Gaza Hancur-hancuran Dibom Israel, Mengapa Pemimpin Hamas Tinggal di Qatar?
Senin, 17 Mei 2021 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Haniyeh juga mengatakan bahwa meskipun Gaza telah dikepung selama hampir 15 tahun—untuk mencegah senjata mencapai kelompok Hamas—organisasinya tidak akan mundur.
Haniyeh meninggalkan Jalur Gaza pada Desember 2019. Seorang pejabat Hamas kala itu mengatakan, sang pemimpin tersebut akan berada di luar negeri untuk waktu yang lama.
"Keputusan itu terkait dengan pengaturan internal di Hamas dan komplikasi terkait perjalanan ke dan dari Jalur Gaza," kata seorang pejabat Hamas kala itu seperti dikutip Jerusalem Post.
Para pejabat Hamas membantah bahwa Mesir telah melarang Haniyeh kembali ke Jalur Gaza dan mengatakan pemimpin Hamas itu telah memutuskan untuk tidak kembali ke rumah pada tahap ini.
Seorang pejabat Hamas mengatakan Haniyeh telah memutuskan untuk menetap di Qatar pada fase ini, dan tidak diketahui apakah keluarganya akan bergabung dengannya.
Laporan tentang keputusan Haniyeh untuk tidak kembali ke Jalur Gaza diyakini terkait dengan ketidakpuasan Mesir atas kunjungannya ke Iran tahun lalu.
Haniyeh mengunjungi Iran untuk menghadiri pemakaman komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani, yang dibunuh oleh AS di Irak pada Januari 2020.
Haniyeh meninggalkan Jalur Gaza pada Desember 2019. Seorang pejabat Hamas kala itu mengatakan, sang pemimpin tersebut akan berada di luar negeri untuk waktu yang lama.
"Keputusan itu terkait dengan pengaturan internal di Hamas dan komplikasi terkait perjalanan ke dan dari Jalur Gaza," kata seorang pejabat Hamas kala itu seperti dikutip Jerusalem Post.
Para pejabat Hamas membantah bahwa Mesir telah melarang Haniyeh kembali ke Jalur Gaza dan mengatakan pemimpin Hamas itu telah memutuskan untuk tidak kembali ke rumah pada tahap ini.
Seorang pejabat Hamas mengatakan Haniyeh telah memutuskan untuk menetap di Qatar pada fase ini, dan tidak diketahui apakah keluarganya akan bergabung dengannya.
Laporan tentang keputusan Haniyeh untuk tidak kembali ke Jalur Gaza diyakini terkait dengan ketidakpuasan Mesir atas kunjungannya ke Iran tahun lalu.
Haniyeh mengunjungi Iran untuk menghadiri pemakaman komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani, yang dibunuh oleh AS di Irak pada Januari 2020.
Lihat Juga :