Taliban Afghanistan Gencatan Senjata 3 Hari Selama Idul Fitri

Senin, 10 Mei 2021 - 12:35 WIB
loading...
Taliban Afghanistan...
Seorang siswi yang terluka dibawa ke rumah sakit setelah ledakan di Kabul, Afghanistan, 8 Mei 2021. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Kelompok Taliban Afghanistan pada hari Senin (10/5/2021) mengumumkan gencatan senjata tiga hari di seluruh Afghanistan untuk merayakan Idul Fitri pekan ini.

Pengumuman itu disampaikan hanya dua hari setelah Taliban disalahkan atas serangan bom di luar sekolah di ibu kota yang menewaskan lebih dari 50 orang, kebanyakan gadis muda.

Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia

Kementerian Dalam Negeri melaporkan hari Senin bahwa sedikitnya 11 orang tewas setelah bom menghantam sebuah bus di provinzi Zabul. Serangan bom ini terjadi beberapa jam sebelum Taliban mengumumkan gencatan senjata.

Pengumuman gencatan senjata datang ketika Amerika Serikat terus menarik 2.500 tentara terakhirnya dari negara yang dilanda kekerasan itu meskipun ada upaya yang goyah antara Taliban dan pemerintah Afghanistan untuk mengakhiri perang selama beberapa dekade.

"Mujahidin Imarah Islam diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensif terhadap musuh di seluruh negeri dari hari pertama hingga hari ketiga Idul Fitri," bunyi sebuah pernyataan yang dirilis oleh Taliban.

"Tetapi jika musuh melakukan serangan atau serangan apa pun terhadap Anda selama hari-hari ini, bersiaplah untuk dengan kuat melindungi dan mempertahankan diri Anda dan wilayah Anda," imbuh Taliban, seperti dikutip AFP.

Perayaan Idul Fitri menandai berakhirnya bulan Ramadhan. Taliban mengumumkan gencatan senjata serupa tahun lalu untuk menandai hari raya umat Islam tersebut.

Pemerintah Afghanistan biasanya membalas dengan mengumumkan gencatan senjata.

Baca juga: Ikut Campur Papua Barat, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia

Juru bicara kepala negosiator Afghanistan Abdullah Abdullah, Fraidon Khawzon, pada hari Senin menyambut baik pengumuman gencatan senjata dari Taliban.

"Kami menyambut baik pengumuman...republik Islam juga siap dan akan segera mengumumkan," katanya.

Mayat Bertumpuk

Tawaran terbaru gencatan senjata ini datang setelah pemerintah menyalahkan Taliban atas serangan hari Sabtu di luar sekolah perempuan di Dasht-e-Barchi, pinggiran ibu kota yang sebagian besar dihuni oleh komunitas Syiah Hazara, yang sering menjadi sasaran militan Islam Sunni.

Serangkaian ledakan di luar sekolah—ketika warga berbelanja menjelang liburan—menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Itu adalah serangan paling mematikan dalam lebih dari setahun.

Taliban, yang menyangkal bertanggung jawab, sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa negara itu perlu menjaga pusat dan lembaga pendidikan.

Pada hari Minggu, para kerabat menguburkan jenazah di situs puncak bukit yang dikenal sebagai "Makam Martir", tempat para korban serangan terhadap komunitas Hazara dimakamkan.

Hazara adalah komunitas Muslim Syiah dan dianggap bid'ah oleh kelompok ekstremis Sunni. Muslim Sunni merupakan mayoritas dari populasi Afghanistan.

Seorang fotografer AFP mengatakan mayat dalam peti mati kayu diturunkan ke kuburan satu per satu oleh pelayat yang masih dalam keadaan syok dan ketakutan.

“Saya bergegas ke tempat kejadian (setelah ledakan) dan menemukan diri saya di tengah-tengah tubuh, tangan dan kepala mereka terpotong dan tulang-tulangnya hancur,” kata Mohammad Taqi, penduduk Dasht-e-Barchi, yang kedua putrinya adalah siswi di sekolah tetapi lolos dari serangan itu.

“Semuanya perempuan. Mayat mereka bertumpuk satu sama lain."

Buku dan tas sekolah milik korban masih berserakan di lokasi penyerangan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tareq Arian mengatakan kepada wartawan sedikitnya 28 orang terluka dalam ledakan bus Zabul Senin.

Taliban bersikeras mereka tidak melakukan serangan di Kabul sejak Februari tahun lalu, ketika mereka menandatangani kesepakatan dengan Washington yang membuka jalan bagi pembicaraan damai dan penarikan pasukan AS yang tersisa.

Taliban telah bentrok setiap hari dengan pasukan Afghanistan di pedesaan yang berbukit-bukit bahkan ketika militer AS mengurangi kehadirannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved