Kasus Covid-19 Meningkat, Malaysia Kembali Berlakukan Lockdown
Rabu, 05 Mei 2021 - 21:18 WIB
loading...
Malaysia memberlakukan pembatasan pergerakan di Kuala Lumpur karena meningkatnya jumlah infeksi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
KUALA LUMPUR - Malaysia memberlakukan pembatasan pergerakan di Kuala Lumpur karena meningkatnya jumlah infeksi Covid-19 . Ini semakin memperluas penguncian yang sebelumnya telah diterapkan di wilayah lain di Malaysia.
"Ibu kota akan dikenai beberapa tindakan penguncian mulai Jumat selama dua minggu, termasuk larangan kegiatan sosial, makan di dalam ruangan dan perjalanan antar distrik," ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, seperti dilansir Reuters pada Rabu (5/5/2021).
Dengan diberlakukannya penguncian ini, maka kemungkinan besar warga Malaysia yang berada di Kuala Lumpur tidak bisa mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman mereka. Baca juga: Angka Kematian Usia Muda di Malaysia Meningkat, IDI Minta Masyarakat Waspada
Malaysia telah mengalami kebangkitan infeksi virus Corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan negara itu melaporkan 3.744 kasus baru pada hari ini.
Negara Jiran itu memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada bulan Februari dengan suntikan Pfizer-BioNTech dan Sinovac. Hari ini, Malaysia meluncurkan program inokulasi paralel bagi orang-orang yang secara sukarela menerima vaksin AstraZeneca di tengah kekhawatiran publik atas keamanannya.
"Ibu kota akan dikenai beberapa tindakan penguncian mulai Jumat selama dua minggu, termasuk larangan kegiatan sosial, makan di dalam ruangan dan perjalanan antar distrik," ujar Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, seperti dilansir Reuters pada Rabu (5/5/2021).
Dengan diberlakukannya penguncian ini, maka kemungkinan besar warga Malaysia yang berada di Kuala Lumpur tidak bisa mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman mereka. Baca juga: Angka Kematian Usia Muda di Malaysia Meningkat, IDI Minta Masyarakat Waspada
Malaysia telah mengalami kebangkitan infeksi virus Corona dalam beberapa pekan terakhir, dengan negara itu melaporkan 3.744 kasus baru pada hari ini.
Negara Jiran itu memulai kampanye vaksinasi Covid-19 pada bulan Februari dengan suntikan Pfizer-BioNTech dan Sinovac. Hari ini, Malaysia meluncurkan program inokulasi paralel bagi orang-orang yang secara sukarela menerima vaksin AstraZeneca di tengah kekhawatiran publik atas keamanannya.
Lihat Juga :