Pesawat Pembom Nuklir AS Dekati China, Bisa Picu Perang
Kamis, 21 Mei 2020 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Militer AS khawatir bahwa krisis virus corona baru (Covid-19) dapat menawarkan jendela peluang bagi China untuk meningkatkan kehadiran militer di Laut China Selatan, atau bahkan meningkatkan kemungkinan operasi militernya terhadap Taiwan.
"Respons keras China mungkin lebih jauh mendorong pemerintah Trump untuk menahan China di bidang lain, terus maju dengan strategi Indo-Pasifik AS, sebuah taktik penting bagi AS untuk menarik sekutu di wilayah tersebut ke sisinya dan lebih jauh mengasingkan China," kata Zhu.
Song Zhongping, seorang komentator urusan militer yang bermarkas di Hong Kong, mengatakan seringnya penerbangan pembom B-1B dan B-52 tidak hanya untuk menampilkan kehadiran militer AS tetapi juga latihan yang untuk menghadapi potensi perang di masa depan.
"B-1, menggantikan B-52, perlu terbang di sekitar perairan untuk mengetahui kondisi medan perang dengan baik," katanya.
"China dan AS memasuki kompetisi penuh dan situasinya lebih suram daripada Perang Dingin AS-Uni Soviet. Risiko konflik militer tidak dapat dikesampingkan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Dan itu meningkat," kata Song.
"Respons keras China mungkin lebih jauh mendorong pemerintah Trump untuk menahan China di bidang lain, terus maju dengan strategi Indo-Pasifik AS, sebuah taktik penting bagi AS untuk menarik sekutu di wilayah tersebut ke sisinya dan lebih jauh mengasingkan China," kata Zhu.
Song Zhongping, seorang komentator urusan militer yang bermarkas di Hong Kong, mengatakan seringnya penerbangan pembom B-1B dan B-52 tidak hanya untuk menampilkan kehadiran militer AS tetapi juga latihan yang untuk menghadapi potensi perang di masa depan.
"B-1, menggantikan B-52, perlu terbang di sekitar perairan untuk mengetahui kondisi medan perang dengan baik," katanya.
"China dan AS memasuki kompetisi penuh dan situasinya lebih suram daripada Perang Dingin AS-Uni Soviet. Risiko konflik militer tidak dapat dikesampingkan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Dan itu meningkat," kata Song.
(min)
Lihat Juga :