Israel Halangi Azan di Masjid Al-Aqsa, Palestina Sebut Bisa Picu Perang Agama
Jum'at, 16 April 2021 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, melalui juru bicaranya, mempertimbangkan insiden itu sebagai kejahatan rasis.
"Ini adalah serangan rasis terhadap kesucian tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh.
"Kebijakan seperti itu dapat mengubah konflik menjadi perang agama terbuka yang akan merusak perdamaian dan keamanan internasional—sesuatu yang akan menjadi tanggung jawab penuh Israel," kata Abu Rudeineh.
Situs suci tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa dan Temple Mount itu dihormati oleh umat Muslim dan Yahudi dan merupakan tempat di mana banyak orang Palestina sering berkumpul, terutama untuk salat Jumat. Situs ini telah lama menjadi titik nyala, dan konfrontasi antara Palestina dan pasukan keamanan Israel yang terkadang berubah menjadi konflik mematikan.
Setelah merebut wilayah dan sisa Kota Tua Yerusalem dari Yordania dalam Perang Enam Hari 1967, Israel terus memberikan Wakaf—lembaga yang didanai dan dikendalikan oleh pemerintah Yordania—kendali penuh atas wilayah situs suci tersebut. Pasukan keamanan Israel hadir di area itu dan bekerja dalam koordinasi dengan Wakaf.
Orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung, tetapi tidak seperti Muslim, dilarang keras untuk berdoa di halaman Temple Mount.
Kepemimpinan Palestina memiliki sejarah panjang dalam upaya untuk mengumpulkan publiknya sebagai tanggapan atas dugaan pelanggaran Israel atas kedaulatan Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa.
"Ini adalah serangan rasis terhadap kesucian tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh.
"Kebijakan seperti itu dapat mengubah konflik menjadi perang agama terbuka yang akan merusak perdamaian dan keamanan internasional—sesuatu yang akan menjadi tanggung jawab penuh Israel," kata Abu Rudeineh.
Situs suci tempat berdirinya Masjid Al-Aqsa dan Temple Mount itu dihormati oleh umat Muslim dan Yahudi dan merupakan tempat di mana banyak orang Palestina sering berkumpul, terutama untuk salat Jumat. Situs ini telah lama menjadi titik nyala, dan konfrontasi antara Palestina dan pasukan keamanan Israel yang terkadang berubah menjadi konflik mematikan.
Setelah merebut wilayah dan sisa Kota Tua Yerusalem dari Yordania dalam Perang Enam Hari 1967, Israel terus memberikan Wakaf—lembaga yang didanai dan dikendalikan oleh pemerintah Yordania—kendali penuh atas wilayah situs suci tersebut. Pasukan keamanan Israel hadir di area itu dan bekerja dalam koordinasi dengan Wakaf.
Orang Yahudi diizinkan untuk berkunjung, tetapi tidak seperti Muslim, dilarang keras untuk berdoa di halaman Temple Mount.
Kepemimpinan Palestina memiliki sejarah panjang dalam upaya untuk mengumpulkan publiknya sebagai tanggapan atas dugaan pelanggaran Israel atas kedaulatan Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Lihat Juga :