Dijatuhi Sanksi dan Diplomatnya Diusir, Rusia Panggil Dubes AS

Jum'at, 16 April 2021 - 04:36 WIB
loading...
A A A
Beberapa minggu yang lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Alexander Pankin memperingatkan bahwa AS dapat menggunakan serangan obligasi sebagai bagian dari perhitungan yang disengaja guna menciptakan suasana beracun di sekitar sekuritas Rusia untuk mengurangi potensi investasi mereka. Dia mengungkapkan bahwa Moskow telah bekerja untuk membuat rencana pertempuran untuk membatasi dampak sanksi tersebut terhadap ekonomi.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan membela langkah itu pada Kamis malam, mengatakan bahwa paket sanksi terdiri dari tindakan proporsional untuk membela kepentingan Amerika dalam menanggapi tindakan berbahaya Rusia termasuk gangguan dunia maya dan campur tangan pemilu.

Sedangkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, juga men-tweet bahwa: "Kami mengirimkan pesan yang jelas ke Moskow dengan langkah-langkah baru tersebut."

Namun, Dmitry Polyanskiy, wakil perwakilan tetap Rusia untuk PBB, menjawab pernyataan kedua pejabat tinggi AS dengan mengatakan: "Sekarang giliran kami untuk 'meminta pertanggungjawaban AS' karena mempromosikan tuduhan yang tidak berdasar dan tindakan yang tidak bersahabat. Begitulah cara kerjanya dalam diplomasi."

Vyacheslav Volodin, ketua parlemen Rusia, mengklaim tindakan tersebut menunjukkan bahwa seluruh tuduhan telah habis, dan AS berputar-putar.

“Dengan menjatuhkan sanksi, mereka menghukum diri mereka sendiri. Pada akhirnya, mereka harus membangun hubungan yang telah mereka hancurkan sendiri," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Tragis! Di Bali, Pria...
Tragis! Di Bali, Pria Tewas Dikeroyok Hanya Gara-gara Dituduh Curi Ayam
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Olah TKP Pria Meninggal...
Olah TKP Pria Meninggal Dunia Diduga Karumga Febrie, Polisi Bawa Bantal hingga Motor
Berita Terkini
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved