Anggota DPR Kanada Telanjang saat Rapat Virtual, Rekan-rekannya Tercengang
Kamis, 15 April 2021 - 13:29 WIB
loading...
Seorang anggota Parlemen Kanada, yang tak sadar kameranya masih hidup, terlihat telanjang bulat saat rapat resmi secara virtual. Foto/Twitter @ChrisGNardi
A
A
A
OTTAWA - Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen Kanada terlihat sedang telanjang bulat selama rapat resmi secara virtual, kemarin. Insiden itu membuat rekan-rekannya tercengang.
William Amos, anggota Parlemen dari Partai Liberal yang berkuasa, terlihat dalam tangkapan layar berdiri di belakang meja antara bendera Quebec dan bendera nasional Kanada. Dia, yang tak menyadari kamera masih hidup, terlihat menutupi alat kelaminnya dengan benda yang sekilas mirip ponsel pada salah satu tangannya.
Baca juga: Pria Cacat Dikremasi Hidup-hidup, Gantikan Mayat Pria Kaya yang Minta Dikubur
"Ini adalah kesalahan yang tidak menguntungkan," kata Amos dalam sebuah pernyataan.
“Video saya secara tidak sengaja diputar saat saya mengganti pakaian kerja setelah jogging. Saya dengan tulus meminta maaf kepada rekan-rekan saya di House of Commons atas gangguan yang tidak disengaja ini. Jelas, itu adalah kesalahan yang jujur dan itu tidak akan terjadi lagi," ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Kamis (15/4/2021).
William Amos, anggota Parlemen dari Partai Liberal yang berkuasa, terlihat dalam tangkapan layar berdiri di belakang meja antara bendera Quebec dan bendera nasional Kanada. Dia, yang tak menyadari kamera masih hidup, terlihat menutupi alat kelaminnya dengan benda yang sekilas mirip ponsel pada salah satu tangannya.
Baca juga: Pria Cacat Dikremasi Hidup-hidup, Gantikan Mayat Pria Kaya yang Minta Dikubur
"Ini adalah kesalahan yang tidak menguntungkan," kata Amos dalam sebuah pernyataan.
“Video saya secara tidak sengaja diputar saat saya mengganti pakaian kerja setelah jogging. Saya dengan tulus meminta maaf kepada rekan-rekan saya di House of Commons atas gangguan yang tidak disengaja ini. Jelas, itu adalah kesalahan yang jujur dan itu tidak akan terjadi lagi," ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Kamis (15/4/2021).
Lihat Juga :