Tujuh Tahun Hilang, Metode Baru Ungkap Kemungkinan Lokasi Jatuhnya MH370
Sabtu, 10 April 2021 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
"WSPR seperti sekumpulan tripwires atau sinar laser, tetapi mereka bekerja di segala arah di cakrawala ke sisi lain dunia. Semua Radar di Atas Horizon serupa dengan WSPR, ia juga menggunakan gelombang radio HF yang memantul dari ionosfer dan secara efektif merupakan sistem deteksi tripwire yang sangat canggih," kata pakar penerbangan itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (10/4/2021).
Menurut Godfrey memilih distorsi untuk pesawat tertentu adalah hal yang rumit, yang pada dasarnyamirip dengan "mencari jarum di tumpukan jerami." Ini dikarenakan seseorang harus mempelajari jalur penerbangan yang didokumentasikan dan kerangka waktu perjalanan dari semua pesawat yang melintas sinyal "tripwire" WSPR dan membandingkan data dengan anomali dalam pembacaan WSPR.
Baca juga: Sebut Tragedi MH370 Bunuh Diri Pilot, Abbott Dianggap Buka Luka Lama
Ketika semua penerbangan yang didokumentasikan dikecualikan, hanya distorsi yang disebabkan oleh pesawat yang hilang yang keluar dari jaringan yang akan tetap ada.
Godfrey masih mengerjakan menentukan momen, di mana MH370 melintasi sinyal WSPR di wilayah udara di atas Malaysia dan Indonesia. Namun, area di mana MH370 pergi setelah menghilang dari radar, relatif bebas lalu lintas udara sehingga pakar penerbangan tidak kesulitan menemukan delapan "tripwires" WSPR, yang dilintasi tempat itu.
Jalur penerbangan pesawat itu, yang ditarik Godfrey dengan menghubungkan titik-titik, di mana MH370 konon melintasi gelombang udara penggemar radio, menunjukkan bahwa pesawat Boeing 777-200ER yang hancur itu menghilang di suatu tempat di bagian selatan Samudra Hindia.
Indikasi bahwa pesawat MH370 jatuh di bagian Samudera ini bukanlah hal baru. Daerah tersebut menjadi situs pencarian utama setelah pihak berwenang menganalisis data dari satelit Inmarsat yang dengannya sistem otomatis Boeing yang hilang terus berkomunikasi bahkan setelah pilot pesawat mematikan alat komunikasi lain dan pelacakan serta keluar dari jaringan radar.
Menurut Godfrey memilih distorsi untuk pesawat tertentu adalah hal yang rumit, yang pada dasarnyamirip dengan "mencari jarum di tumpukan jerami." Ini dikarenakan seseorang harus mempelajari jalur penerbangan yang didokumentasikan dan kerangka waktu perjalanan dari semua pesawat yang melintas sinyal "tripwire" WSPR dan membandingkan data dengan anomali dalam pembacaan WSPR.
Baca juga: Sebut Tragedi MH370 Bunuh Diri Pilot, Abbott Dianggap Buka Luka Lama
Ketika semua penerbangan yang didokumentasikan dikecualikan, hanya distorsi yang disebabkan oleh pesawat yang hilang yang keluar dari jaringan yang akan tetap ada.
Godfrey masih mengerjakan menentukan momen, di mana MH370 melintasi sinyal WSPR di wilayah udara di atas Malaysia dan Indonesia. Namun, area di mana MH370 pergi setelah menghilang dari radar, relatif bebas lalu lintas udara sehingga pakar penerbangan tidak kesulitan menemukan delapan "tripwires" WSPR, yang dilintasi tempat itu.
Jalur penerbangan pesawat itu, yang ditarik Godfrey dengan menghubungkan titik-titik, di mana MH370 konon melintasi gelombang udara penggemar radio, menunjukkan bahwa pesawat Boeing 777-200ER yang hancur itu menghilang di suatu tempat di bagian selatan Samudra Hindia.
Indikasi bahwa pesawat MH370 jatuh di bagian Samudera ini bukanlah hal baru. Daerah tersebut menjadi situs pencarian utama setelah pihak berwenang menganalisis data dari satelit Inmarsat yang dengannya sistem otomatis Boeing yang hilang terus berkomunikasi bahkan setelah pilot pesawat mematikan alat komunikasi lain dan pelacakan serta keluar dari jaringan radar.
Lihat Juga :