Gelar Latihan, Militer China Bersiap Hadapi Intervensi AS di Selat Taiwan

Rabu, 31 Maret 2021 - 21:36 WIB
loading...
Gelar Latihan, Militer...
Militer China gelar latihan jet tempur untuk bersiap menghadapi intervensi AS di Selat Taiwan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BEIJING - China sedang mempersiapkan diri untuk intervensi Amerika Serikat (AS) dan Jepang dalam konflik Selat Taiwan .Itu diperlihatkan dengan menggelar latihan jet tempur baru-baru ini di sekitar pulau yang bertujuan untuk menunjukkan kemampuannya untuk mengisolasi Taiwan dari potensi dukungan, menurut analis di Beijing dan Taipei.

Setelah 10 pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), termasuk jet tempur dan pesawat pengintai, terbang mendadak ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Senin, seorang pejabat senior pertahanan di Taipei mencatat "postur ofensif" dari latihan militer tersebut. Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Chang Che-ping menggambarkan gelombang pesawat China sebagai bagian dari "operasi gabungan" angkatan laut dan udara.

Tindakan Beijing itu terkenal karena pola penerbangannya yang seperti penjepit di sekitar Taiwan setelah kementerian pertahanan Jepang melaporkan dua pesawat tempur PLA tambahan melintasi Laut China Timur dan Selat Miyako antara pulau-pulau yang dikendalikan Jepang. Salah satu pesawat kemudian menuju barat daya sebelum berbelok ke utara untuk terbang sejajar dengan garis pantai timur Taiwan.

Baca juga: Berkeliaran di Atas Taiwan, 11 Jet Tempur China Lakukan Gerakan Penjepit

Pola penerbangan dari latihan tersebut tampaknya menunjukkan Taiwan dikepung di tiga sisi, dan latihan tersebut adalah pesan yang ditujukan kepada pemerintah Taiwan, Jepang dan AS, kata para analis.

"Militer China terus meningkatkan kesiapan tempurnya dengan membuat latihan rutinnya lebih kompleks dan realistis serta mempertimbangkan kemungkinan intervensi AS dan Jepang," tulis surat kabar Partai Komunis China, Global Times, seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (31/3/2021).

"Serangan tambahan di timur menunjukkan PLA mampu menyerang sasaran di Taiwan timur, tetapi juga mengunci pulau itu sepenuhnya dari kemungkinan intervensi oleh pasukan AS dan Jepang," menurut laporan dari Beijing.

Analis keamanan senior Su Tzu-yun, yang bekerja di Institut Riset Keamanan dan Pertahanan Nasional Taiwan, serangan pesawat perang China baru-baru ini ke wilayah udara pertahanan Taiwan sama dengan "sinyal politik" oleh Beijing.

"Latihan penting hari Senin bertepatan dengan kunjungan seorang diplomat AS ke Taipei. Beijing juga mengungkapkan kemarahannya dengan mengirim 20 pesawat tempur ke Taiwan setelah penandatanganan pakta penjaga pantai AS-Taiwan Jumat lalu," kata Su kepada Newsweek.

Baca juga: Taiwan Kirim Jet Tempur untuk Menakut-nakuti 20 Pesawat China

Dia mengatakan bahwa kepentingan militer dari gerakan penjepit hari Senin, yang melibatkan pesawat anti-kapal dan anti-kapal selam PLA, adalah cara PLA untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengisolasi Taiwan jika AS dan Jepang berencana untuk membantu Taipei selama ketegangan di Selat Taiwan.

"Serangan pesawat mata-mata China di Selat Bashi di selatan Taiwan juga merupakan bagian dari strategi anti akses/penolakan area PLA untuk menghalangi Angkatan Laut AS untuk maju ke daerah itu dari Pasifik Barat," tambahnya.

Baca juga: China Perkuat Kemampuan untuk Serang dan Blokade Taiwan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Gawat! Iran Ancam Serang...
Gawat! Iran Ancam Serang Israel Lagi
Rekomendasi
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Rahasia Kelam di Balik...
Rahasia Kelam di Balik Vila Terpencil dalam Microdrama The Villa Girl's Secret V+Short
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Berita Terkini
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved