33 Tewas dalam Operasi Militer terhadap Pemberontak Kongo

Rabu, 24 Maret 2021 - 02:33 WIB
loading...
33 Tewas dalam Operasi...
Setidaknya 33 tewas dalam operasi militer terhadap pemberontak di Kongo. Foto/Yahoo
A A A
KINSHASA - Sebanyak 27 pemberontak , lima warga sipil dan seorang tentara tewas dalam operasi militer selama dua hari terhadap kelompok bersenjata terkenal di Kongo timur. Demikian pernyataan yang dikeluarkan pihak militer Kongo.

"27 anggota milisi CODECO yang terbunuh termasuk salah satu komandan utamanya, Malo-Maki," kata Letnan Jules Ngongo, jurubicara angkatan darat Kongo untuk wilayah Ituri.

"Di antara penduduk sipil, lima orang tewas dan dipenggal oleh CODECO, sementara seorang tentara tewas dalam pertempuran itu dan seorang lainnya terluka," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/3/2021).

Ngongo mengatakan operasi militer itu diluncurkan pada Minggu setelah CODECO berusaha memutus jalan strategis, Highway 27, di kota perdagangan Iga-Barriere, hanya 25 kilometer dari ibu kota provinsi Ituri, Bunia.

"Pasukan berhasil mengusir milisi dari dua benteng," katanya.

Baca juga: Duta Besar Italia Tewas Dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Kongo

CODECO - Kerjasama untuk Pembangunan Kongo - adalah sekte politik-agama bersenjata yang telah dikaitkan dengan lebih dari 1.000 kematian sejak Desember 2017.

Para ahli mengatakan sekte itu terdiri dari berbagai kelompok milisi yang mengklaim membela etnis Lendus di Ituri, provinsi kaya emas yang berbatasan dengan Uganda dan Sudan Selatan.

Lendu telah mengalami konflik bersejarah dengan komunitas Hema - puluhan ribu orang di kedua belah pihak tewas dalam perang kejam antara 1999 dan 2003.

Pertempuran itu diakhiri berkat misi militer Uni Eropa, Operasi Artemis.

Namun pertumpahan darah kembali terjadi pada akhir tahun 2017, dimulai di wilayah Djugu sebelum menyebar ke arah timur hingga ke Irumu, Mahagi dan Aru.

Baca juga: Dubes Italia Tewas, Pemberontak Hutu Salahkan Kongo dan Rwanda

COEDECO hanyalah satu dari sekitar 122 kelompok bersenjata yang berkeliaran di Republik Demokratik Kongo timur, banyak dari mereka merupakan warisan perang pada tahun 1990-an yang menyedot negara-negara dari sekitar Afrika tengah.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Bentrok di Kolombia, 27 Orang Tewas
Siapa Joseph Kabila?...
Siapa Joseph Kabila? Mantan Presiden Kongo yang Dihukum Mati karena Pengkhianatan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved