AS Diam-diam Tarik Seluruh Pesawat Pembom dari Guam
Sabtu, 18 April 2020 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Ketika misi CBP dimulai pada 2004, AS berdedikasi untuk melancarkan perang global "War on Terror" dan telah menginvasi Irak pada tahun sebelumnya, yang kemudian diidentifikasi oleh Presiden AS kala itu; George Walker Bush, sebagai bagian dari "Axis of Evil" yang menyebarkan teror di sekitar dunia bersama Iran dan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).
AS juga memberikan tekanan besar kepada DPRK melalui Perundingan Enam Pihak dalam upaya untuk menghentikan program senjata nuklir yang sedang berkembang di negara itu. Dua tahun kemudian, DPRK menguji senjata nuklir pertamanya.
Namun, pada tahun 2018, Pentagon menguraikan perubahan strategis baru dari perang global "War on Terror" dan menuju persaingan strategis antarnegara dengan Rusia dan China. Beberapa bulan kemudian, terjadi pencairan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan dengan DPRK, di mana Pyongyang dan Washington mulai berbicara serius tentang perdamaian untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Menurut Atanasoff, pemindahan pesawat-pesawat pembom dari Guam sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional yang baru dan juga “Dynamic Force Employment", seperti yang dikatakan Komando Serangan Global Angkatan Udara, di mana Pentagon melakukan perubahan secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan dalam penempatan pasukan untuk menjaga musuh di kaki mereka.
AS juga memberikan tekanan besar kepada DPRK melalui Perundingan Enam Pihak dalam upaya untuk menghentikan program senjata nuklir yang sedang berkembang di negara itu. Dua tahun kemudian, DPRK menguji senjata nuklir pertamanya.
Namun, pada tahun 2018, Pentagon menguraikan perubahan strategis baru dari perang global "War on Terror" dan menuju persaingan strategis antarnegara dengan Rusia dan China. Beberapa bulan kemudian, terjadi pencairan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan dengan DPRK, di mana Pyongyang dan Washington mulai berbicara serius tentang perdamaian untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Menurut Atanasoff, pemindahan pesawat-pesawat pembom dari Guam sejalan dengan Strategi Pertahanan Nasional yang baru dan juga “Dynamic Force Employment", seperti yang dikatakan Komando Serangan Global Angkatan Udara, di mana Pentagon melakukan perubahan secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan dalam penempatan pasukan untuk menjaga musuh di kaki mereka.
(min)
Lihat Juga :