AS Umumkan Sanksi untuk 76 Warga Arab Saudi Terkait Kasus Khashoggi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 03:29 WIB
loading...
A
A
A
Mereka kemudian memotong-motong tubuh Khashoggi. Jenazahnya tidak pernah ditemukan hingga sekarang.
“Departemen Keuangan AS akan menjatuhkan sanksi pada mantan wakil kepala intelijen Saudi, Ahmed al-Asiri, dan akan mengumumkan penetapan sanksi pada pasukan intervensi cepat Pengawal Kerajaan Saudi,” ungkap pejabat pemerintah itu.
Pasukan intervensi cepat, atau RIF, dipilih dalam laporan intelijen AS itu karena perannya dalam pembunuhan Khashoggi.
“Amerika Serikat juga akan mengumumkan pembatasan visa terhadap lebih dari 70 warga negara Saudi sebagai bagian dari kebijakan baru yang ditujukan untuk negara-negara yang melakukan kegiatan melawan jurnalis dan pembangkang di luar perbatasan mereka,” ujar seorang pejabat kedua pemerintahan Biden.
Kegiatan tersebut mencakup upaya untuk menekan, melecehkan, mengawasi, mengancam atau merugikan mereka.
Larangan visa juga akan diterapkan secara selektif untuk anggota keluarga, menurut para pejabat.
“Orang-orang dari Arab Saudi akan berada di tahap pertama ini. Tapi kemudian ini benar-benar alat global baru," ungkap pejabat kedua.
“Departemen Keuangan AS akan menjatuhkan sanksi pada mantan wakil kepala intelijen Saudi, Ahmed al-Asiri, dan akan mengumumkan penetapan sanksi pada pasukan intervensi cepat Pengawal Kerajaan Saudi,” ungkap pejabat pemerintah itu.
Pasukan intervensi cepat, atau RIF, dipilih dalam laporan intelijen AS itu karena perannya dalam pembunuhan Khashoggi.
“Amerika Serikat juga akan mengumumkan pembatasan visa terhadap lebih dari 70 warga negara Saudi sebagai bagian dari kebijakan baru yang ditujukan untuk negara-negara yang melakukan kegiatan melawan jurnalis dan pembangkang di luar perbatasan mereka,” ujar seorang pejabat kedua pemerintahan Biden.
Kegiatan tersebut mencakup upaya untuk menekan, melecehkan, mengawasi, mengancam atau merugikan mereka.
Larangan visa juga akan diterapkan secara selektif untuk anggota keluarga, menurut para pejabat.
“Orang-orang dari Arab Saudi akan berada di tahap pertama ini. Tapi kemudian ini benar-benar alat global baru," ungkap pejabat kedua.
(sya)
Lihat Juga :