Mengenang Yamani, Master Minyak Saudi yang Membuat Barat Bertekuk Lutut

Kamis, 25 Februari 2021 - 12:43 WIB
loading...
A A A
Beberapa bulan sebelumnya, Yamani berada di sisi Raja Arab Saudi, Faisal, di Riyadh, menerima delegasi kunjungan ketika seorang pangeran Saudi yang tidak puas mengeluarkan pistol dan menembak mati sang raja.

Karier Yamani luar biasa, untuk saat itu, sebagai orang biasa dalam masyarakat yang didominasi oleh keluarga kerajaan.

Lahir pada tanggal 30 Juni 1930, putra seorang ulama dan hakim Islam di Makkah, Yamani diharapkan mengikuti ayah dan kakeknya untuk mengajar.

Setelah belajar hukum di Kairo, ia berangkat ke New York University dan Harvard. Kembali ke Arab Saudi, dia mendirikan firma hukum dan menjalankan pekerjaan pemerintahan, menarik perhatian Faisal yang saat itu masih berstatus calon raja. Yaman kemudian ditunjuk menjadi Menteri Perminyakan pada tahun 1962.

Yamani menjadi tokoh terkemuka dalam perkembangan OPEC, organisasi yang didirikan pada tahun 1960. Dia melepaskan industri minyak Saudi dari cengkeraman perusahaan Amerika dalam serangkaian langkah yang menghasilkan kesepakatan tentang kepemilikan nasional Saudi Aramco pada tahun 1976.

Aramco tetap menjadi salah satu perusahaan terkaya di dunia berdasarkan aset.

Pada tahun-tahun awal Yamani sebagai Menteri Perminyakan, nasionalisme Arab sedang bangkit dan kekuatan minyak berada di jantungnya.

Pada saat Perang Enam Hari Arab-Israel 1967, Riyadh siap untuk melenturkan kekuatan ekonominya. Yamani mengumumkan embargo pasokan terhadap negara-negara sahabat Israel. Tapi embargo tidak menggigit. Persediaan tinggi di Barat dan pasokan ekstra dari Venezuela dan Iran pra-revolusioner mengisi kesenjangan.

Pada tahun 1973 konflik Arab-Israel keempat mendorong Yamani untuk memicu embargo minyak lagi. Kali ini berhasil—kenaikan empat kali lipat dalam harga minyak mentah menandai titik tertinggi kekuatan OPEC dan mengirim ekonomi Barat ke dalam resesi karena inflasi melonjak dalam apa yang dikenal sebagai guncangan minyak pertama.

Sang Master Minyak

Yamani menyimpulkan momen ketika produsen minyak mengambil alih. “Saatnya telah tiba,” katanya. “Kami adalah tuan atas komoditas kami sendiri.”

Dengan berakhirnya perang dan embargo, Riyadh menemukan akomodasi dengan Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
KSAD Maruli Simanjuntak:...
KSAD Maruli Simanjuntak: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved