Perusahaan Arab Saudi dan AS Bekerja Sama Perkuat Pertahanan Kerajaan

Selasa, 23 Februari 2021 - 22:37 WIB
loading...
Perusahaan Arab Saudi...
Salah satu produk kendaraan lapis baja buatan Saudi Arabian Military Industries (SAMI). Foto/@Afed_KSA
A A A
RIYADH - Saudi Arabian Military Industries (SAMI) menandatangani perjanjian untuk mendirikan usaha patungan dengan Lockheed Martin dari Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan "kemampuan pertahanan" kerajaan.

SAMI dimiliki oleh Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi. SAMI mengatakan mereka akan memiliki 51% saham dalam usaha patungan tersebut.

“Ini bertujuan mengembangkan kemampuan lokal dengan mentransfer teknologi dan pengetahuan, dan dengan melatih tenaga kerja Saudi dalam pembuatan produk untuk, dan menyediakan layanan kepada, angkatan bersenjata Saudi," papar pernyataan SAMI.

Baca juga: Indonesia Diprotes, Kedutaannya di Myanmar Didemo

Meskipun Arab Saudi terus menjadi importir senjata global utama, sejumlah negara Barat dalam beberapa tahun terakhir telah menghentikan penjualan senjata ke Riyadh karena keterlibatannya dalam perang di Yaman.

Lihat infografis: Kekuatan Kendaraan Lapis Baja Arab Saudi Terbesar Kelima di Dunia

Wakil Presiden Lockheed Martin Timothy Cahill mengatakan kesepakatan pada Minggu (21/2) menandai "tonggak besar" bagi perusahaan AS.



"Perjanjian ini sejalan dengan strategi Lockheed Martin memperluas kemitraannya dengan kerajaan dengan menyediakan solusi pertahanan dan keamanan yang andal," ungkap Cahill.

Pada 2017, Dana Investasi Publik Saudi mendirikan SAMI untuk memproduksi senjata secara lokal, dengan ambisi menjadi salah satu perusahaan pertahanan terbesar di dunia pada 2030.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
DPRD Kota Tangerang...
DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Penyelenggaraan Transportasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved