NATO Dilema Berat, Tarik Atau Pertahankan Pasukan di Afghanistan
Jum'at, 19 Februari 2021 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan pada hari Rabu bahwa Taliban harus berbuat lebih banyak untuk memenuhi persyaratan perjanjian perdamaian 2020 mereka dengan Amerika Serikat (AS) untuk memungkinkan penarikan pasukan asing.
Serangan di Afghanistan, termasuk bom yang menewaskan wakil gubernur Ibu Kota Kabul pada bulan Desember, telah mendorong anggota Kongres AS dan kelompok hak asasi internasional untuk menyerukan penundaan penarikan pasukan, yang disepakati ketika Donald Trump masih menjadi presiden AS.
Baca juga: Ranjau yang Disiapkan Meledak di Masjid, 30 Militan Taliban Tewas
“Kami dihadapkan pada banyak dilema, dan tidak ada pilihan yang mudah,” kata Stoltenberg.
"Jika kita bertahan setelah tanggal satu Mei, kita berisiko lebih banyak mengalami kekerasan, lebih banyak serangan terhadap pasukan kita sendiri. Tetapi jika kita pergi, maka kita juga akan mengambil risiko bahwa keuntungan yang telah kita peroleh akan hilang," ujar pria asal Norwegia itu.
Serangan di Afghanistan, termasuk bom yang menewaskan wakil gubernur Ibu Kota Kabul pada bulan Desember, telah mendorong anggota Kongres AS dan kelompok hak asasi internasional untuk menyerukan penundaan penarikan pasukan, yang disepakati ketika Donald Trump masih menjadi presiden AS.
Baca juga: Ranjau yang Disiapkan Meledak di Masjid, 30 Militan Taliban Tewas
“Kami dihadapkan pada banyak dilema, dan tidak ada pilihan yang mudah,” kata Stoltenberg.
"Jika kita bertahan setelah tanggal satu Mei, kita berisiko lebih banyak mengalami kekerasan, lebih banyak serangan terhadap pasukan kita sendiri. Tetapi jika kita pergi, maka kita juga akan mengambil risiko bahwa keuntungan yang telah kita peroleh akan hilang," ujar pria asal Norwegia itu.
Lihat Juga :