Korban Kamp Uighur Ungkap Penyiksaan Mengerikan China, Termasuk Diperkosa

Sabtu, 06 Februari 2021 - 11:26 WIB
loading...
A A A
Penyiksaan itu, lanjut dia, terus-menerus. Banyak teman satu selnya dipatahkan dan tidak dapat berbicara lagi. Dia bilang dia melihat orang lain, termasuk anak laki-laki dipukuli sampai habis.

Baca juga : Nebeng di Ruang Roda Pesawat, Remaja Ini Terbang dari Inggris ke Belanda

Setelah sembilan bulan menderita, putus asa dan sakit, dia dibebaskan dan melarikan diri dari China, dengan bantuan Uyghur Human Rights Project. Dia bilang dia tidak bisa memaafkan apa yang telah dilakukan padanya.

"Saya akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang namanya bahasa China yang baik, penyiksaan, penyiksaan mental dan fisik...mereka tidak punya hati," kata Tursenay.

Pemerintah China selama ini mengatakan tindakan keras itu tentang kontraterorisme dan deradikalisasi, tetapi bulan lalu pemerintah AS menyebutnya genosida, dan ada tekanan yang meningkat pada pemerintah lain untuk melakukan hal yang sama.

Baca juga: Menlu AS Blinken Tekan China Soal Xinjiang dan Hong Kong

Tursenay mengatakan dia hanya berharap ceritanya dapat melakukan sesuatu untuk menghentikan pelecehan yang terjadi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved