Indonesia Tahan Perempuan Inggris yang Masuk Daftar Tersangka Teror Global

Rabu, 03 Februari 2021 - 04:02 WIB
loading...
Indonesia Tahan Perempuan...
Ilustrasi pasukan polisi Indonesia. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pihak berwenang Indonesia menahan seorang perempuan Inggris yang masuk dalam daftar tersangka teror global. Perempuan itu akan dideportasi karena pelanggaran visa.

Perempuan tersebut bernama Tazneen Miriam Sailar. Dia merupakan seorang mualaf kelahiran Manchester yang pernah menikah dengan seorang "jihadis" Indonesia yang sekarang sudah meninggal. Meski masuk dalam daftar tersangka teror global, Sailar tidak dituduh melakukan pelanggaran terorisme oleh pihak berwenang Indonesia.

Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita

Tapi dia dan almarhum suaminya ada dalam daftar tersangka ekstremis dalam dan luar negeri, termasuk seorang warga Prancis yang muncul dalam video pemenggalan kepala oleh kelompok ISIS dan seorang lagi yang dekat dengan dua bersaudara yang membantai para staf majalah satire Prancis; Charlie Hebdo.

Baca juga : Festival Film Digelar di Pulau Terpencil, Hanya Ditonton Satu Orang

Sailar, 47, dan putranya yang berusia 10 tahun di Indonesia, ditahan di Jakarta setelah mereka ditangkap tahun 2020 lalu. Menurut pengacaranya, Farid Ghozali, dia ditangkap atas tuduhan dia tidak memiliki dokumen untuk tetap tinggal di negara ini.

"Dia dimasukkan (dalam tahanan) sambil menunggu kepulangannya yang akan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Inggris," kata juru bicara Direktorat Imigrasi Indonesia Ahmad Nursaleh kepada AFP, yang dilansir Rabu (3/2/2021).

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menolak berkomentar dan tidak jelas kapan deportasi itu akan dilakukan.

Baca juga : Kisah Shamil Musaev, si Pembunuh Senyap Yang Tak Terkalahkan

Dokumen polisi tidak mengatakan mengapa Sailar terdaftar bersama dengan sekitar 400 tersangka teror lainnya, termasuk almarhum suaminya yang terbunuh di Suriah pada 2015.

Menurut sumber yang mengetahui kasus ini, ulama Abu Bakar Ba'asyir yang menikahkan pasangan tersebut. Ba'asyir sendiri telah bebas dari penjara baru-baru ini.

Baca juga: Asyik Senam, Wanita Ini Tak Sengaja Merekam Kudeta Militer Myanmar

Masih menurut sumber tersebut, Sailar menjalankan badan amal yang dinamai almarhum suaminya, yang mengirimkan bantuan untuk wanita dan anak-anak di Suriah yang dilanda konflik.

Ghozali dan seorang sumber mengatakan dia tiba di Indonesia pada tahun 2005 sebagai relawan medis untuk yayasan kemanusiaan berbasis Kristen yang membantu para korban bencana alam.

Baca juga : Kiamat Sudah Dekat, Tanda-Tanda yang Disebut Rasulullah Terus Bermunculan

Sailar lahir di Manchester pada 20 Februari 1973 dan memegang paspor Inggris. Dia memiliki setidaknya dua alias.

Pasukan anti-teror Indonesia memeriksa Sailar tetapi tidak ada dakwaan yang diajukan. "Jadi kami sekarang fokus ke urusan keimigrasian," kata pengacaranya, seraya menambahkan Sailar ingin tetap di Indonesia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved