Iran Ogah Patuhi Perjanjian Nuklir Sebelum Sanksi AS Dicabut
Jum'at, 29 Januari 2021 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
"Pemeriksaan realitas untuk Blinken, AS melanggar JCPOA, makanan/obat-obatan yang diblokir JCPOA untuk orang Iran, dihukum untuk mematuhi UNSCR 2231," ucap Zarif.
"Selama kekacauan yang menjijikkan itu, Iran, sembari mematuhi JCPOA, hanya mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperkirakan," sambungnya.
Baca juga: Iran Tolak Permintaan AS Ambil Langkah Pertama Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden mengatakan Teheran harus melanjutkan kepatuhan dengan pembatasan aktivitas nuklirnya di bawah kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia sebelum dapat bergabung kembali dengan pakta tersebut.
Iran melanggar ketentuan perjanjian dalam tanggapan langkah demi langkah terhadap keputusan pendahulu Biden, Donald Trump, untuk membatalkan kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.
"Selama kekacauan yang menjijikkan itu, Iran, sembari mematuhi JCPOA, hanya mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperkirakan," sambungnya.
Baca juga: Iran Tolak Permintaan AS Ambil Langkah Pertama Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden mengatakan Teheran harus melanjutkan kepatuhan dengan pembatasan aktivitas nuklirnya di bawah kesepakatan 2015 dengan kekuatan dunia sebelum dapat bergabung kembali dengan pakta tersebut.
Iran melanggar ketentuan perjanjian dalam tanggapan langkah demi langkah terhadap keputusan pendahulu Biden, Donald Trump, untuk membatalkan kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.
Lihat Juga :