Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan

Sabtu, 23 Januari 2021 - 02:58 WIB
loading...
Bukti Menunjukkan Varian...
Sejumlah bukti menunjukkan jika varian baru COVID-19 asal Inggris mematikan lebih banyak orang. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwakemungkinan varian baru COVID-19 Inggris mempunyaitingkat kematian yang lebih tinggi. Ia mengutip analisis awal dari mutasi strain yang ditemukan pada akhir tahun lalu.

“Kami telah diberitahu hari ini bahwa selain menyebar lebih cepat, sekarang juga tampak bahwa ada beberapa bukti bahwa varian baru - varian yang pertama kali ditemukan di London dan tenggara (Inggris) - mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi,” kata Johnson seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (23/1/2021).

Johnson mengatakan bahwa jumlah kematian diperkirakan akan terus meningkat untuk beberapa saat mendatang sebagai akibat dari lonjakan besar infeksi yang disebabkan oleh penyebaran varian baru selama periode perayaan festival.



"Pemerintah tidak dapat mempertimbangkan untuk mengakhiri penguncian Inggris saat ini sampai tingkat infeksi yang sangat tinggi di negara itu turun," ujar Johnson sembari menjelaskan bahwa hal ini bukan hanya masalah peluncuran vaksin.

Kepala Penasihat Ilmiah pemerintah Inggris, Patrick Vallance menerangkan, strain yang dimaksud adalah yang dikenal sebagai B117. Menurut data awal, varian ini lebih mudah menular antara 30 dan 70 persen daripada versi COVID-19 sebelumnya.

Vallance mengatakan menurut data rumah sakit tidak ada peningkatan kematian, tetapi bagi mereka yang dites positif COVID-19, ada "peningkatan risiko" kematian. Namun ia menekankan bahwa data tersebut masih belum pasti.

Baca juga: Tahun Lalu Wuhan Kota Lockdown COVID-19 Pertama Dunia, Kini Kota Sibuk

"Jika Anda membawa seseorang berusia 60-an, risiko rata-rata adalah bahwa untuk 1.000 orang yang terinfeksi, kira-kira 10 orang diperkirakan akan meninggal karena virus," kata Vallance.

“Dengan varian baru untuk 1.000 orang yang terinfeksi, sekitar 13 atau 14 orang diperkirakan akan meninggal, itulah jenis perubahan untuk kelompok usia semacam itu,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa semakin banyak bukti dari penelitian laboratorium bahwa varian Inggris akan rentan terhadap vaksin.

Baca juga: Tahanan Palestina Meninggal setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Israel

Sementara itu Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan bahwa puncak kematian mungkin terjadi di masa depan, memperingatkan bahwa situasinya sangat genting.

"Jika orang mengambil momen ini dan berkata 'benar itu saja, semuanya sudah berakhir' kami akan kembali ke masalah yang sangat dalam dengan sangat cepat dan NHS benar-benar berada di puncak dari apa yang dapat dikelola," ujarnya.

Sebelumnya pemerintah Inggris mengatakan tingkat reproduksi COVID-19 Inggris, yang dikenal sebagai angka R, telah turun dari di atas 1 menjadi antara 0,8 dan 1,0. Ini artinya, rata-rata, setiap 10 orang dengan virus menginfeksi antara 8 dan 10 orang lainnya.

40.261 kasus COVID-19 dilaporkan di Inggris pada hari Jumat, serta 1.401 kematian dalam 28 hari setelah tes positif, menjadikan jumlah total orang yang meninggal akibat virus tersebut menjadi hampir 96.000.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved