Pejabat Militer AS Takut Akan Serangan Orang Dalam saat Pelantikan Biden
Senin, 18 Januari 2021 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
McCarthy mengatakan bahwa dia telah memperingatkan para pemimpin militer untuk mewaspadai potensi ancaman—tetapi sejauh ini tidak ada bukti ancaman. "Kami terus melalui proses tersebut, dan mengambil pandangan kedua, ketiga pada setiap ancaman dari individu yang ditugaskan untuk operasi ini," katanya, yang dilansir Senin (18/1/2021).
FBI secara resmi telah memperingatkan para gubernur negara bagian tentang kelompok bersenjata yang merencanakan serangan di seluruh 50 ibu kota negara bagian. Ribuan tentara Garda Nasional dari seluruh negeri juga sedang bergerak di sekitar Washington DC untuk mengamankan pelantikan Biden. Mereka telah diberi wewenang untuk membawa senjata.
Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan
Pentagon sendiri sudah tegas menerbitkan deklarasi kesetiaan kepada konstitusi AS. "Sebagai Anggota Layanan, kita harus mewujudkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa," bunyi deklarasi Pentagon.
"Kami mendukung dan membela konstitusi. Setiap tindakan yang mengganggu proses konstitusi tidak hanya bertentangan dengan tradisi, nilai, dan sumpah kita; itu melawan hukum," lanjut deklarasi tersebut.
FBI secara resmi telah memperingatkan para gubernur negara bagian tentang kelompok bersenjata yang merencanakan serangan di seluruh 50 ibu kota negara bagian. Ribuan tentara Garda Nasional dari seluruh negeri juga sedang bergerak di sekitar Washington DC untuk mengamankan pelantikan Biden. Mereka telah diberi wewenang untuk membawa senjata.
Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan
Pentagon sendiri sudah tegas menerbitkan deklarasi kesetiaan kepada konstitusi AS. "Sebagai Anggota Layanan, kita harus mewujudkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa," bunyi deklarasi Pentagon.
"Kami mendukung dan membela konstitusi. Setiap tindakan yang mengganggu proses konstitusi tidak hanya bertentangan dengan tradisi, nilai, dan sumpah kita; itu melawan hukum," lanjut deklarasi tersebut.
(min)
Lihat Juga :