AS: ISIS Dalang Pembantaian RS Bersalin Kabul Termasuk 2 Bayi
Jum'at, 15 Mei 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kelompok bantuan itu seorang wanita melahirkan saat penembakan terjadi. Wanita tersebut dan bayinya baik-baik saja.
Deborah Lyons, kepala misi AS di Afghanistan, mem-posting tulisan di Twitter yang berbunyi; “Siapa yang melakukan ini? Yang tidak bersalah, bayi! Mengapa? Kekejaman tidak memiliki pengikut dari kemanusiaan."
Al Jazeera melaporkan bahwa foto-foto dari dalam rumah sakit menunjukkan gambar mengerikan, termasuk salah satu ibu yang tewas dengan kondisi masih memegang bayinya yang selamat.
"Kejahatan perang yang tidak beralasan di Afghanistan, menargetkan rumah sakit bersalin dan pemakaman, harus menyadarkan dunia akan kengerian yang terus dihadapi warga sipil," kata kelompok HAM Amnesty International di Twitter.
Taliban bersikeras mereka tidak terlibat. Taliban dan ekstremis ISIS adalah rival di negara tersebut. Pejabat Afghanistan dan Amerika mengatakan afiliasi ISIS di Afghanistan telah melemah dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat dari serangan bom AS di markas kelompok itu, di Provinsi Nangarhar timur, serta operasi militer oleh pasukan keamanan Afghanistan dan serangan oleh gerilyawan Taliban.
Deborah Lyons, kepala misi AS di Afghanistan, mem-posting tulisan di Twitter yang berbunyi; “Siapa yang melakukan ini? Yang tidak bersalah, bayi! Mengapa? Kekejaman tidak memiliki pengikut dari kemanusiaan."
Al Jazeera melaporkan bahwa foto-foto dari dalam rumah sakit menunjukkan gambar mengerikan, termasuk salah satu ibu yang tewas dengan kondisi masih memegang bayinya yang selamat.
"Kejahatan perang yang tidak beralasan di Afghanistan, menargetkan rumah sakit bersalin dan pemakaman, harus menyadarkan dunia akan kengerian yang terus dihadapi warga sipil," kata kelompok HAM Amnesty International di Twitter.
Taliban bersikeras mereka tidak terlibat. Taliban dan ekstremis ISIS adalah rival di negara tersebut. Pejabat Afghanistan dan Amerika mengatakan afiliasi ISIS di Afghanistan telah melemah dalam beberapa bulan terakhir sebagai akibat dari serangan bom AS di markas kelompok itu, di Provinsi Nangarhar timur, serta operasi militer oleh pasukan keamanan Afghanistan dan serangan oleh gerilyawan Taliban.
(min)
Lihat Juga :