Adiknya Tersingkir dari Politbiro Partai Buruh, Kim Jong-un Makin Berkuasa
Senin, 11 Januari 2021 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2017, ia menjadi satu-satunya wanita kedua di Korea Utara yang patriarkal yang bergabung dengan politbiro eksklusif setelah bibinya Kim Kyong-hui.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang statusnya, karena dia masih anggota Komite Sentral dan ada kemungkinan dia telah mengambil posisi penting lainnya," kata Lim Eul-chul, profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam di Seoul.
'Aturan Satu Orang'
Komite tersebut memilih Kim Jong-un sebagai Sekjen Partai Buruh, yang berarti mengambil alih gelar dari mendiang ayahnya dalam sebuah langkah simbolis yang terlihat bertujuan untuk lebih memperkuat kekuasaannya.
"Kongres tersebut sepenuhnya menyetujui proposal untuk mempromosikan Kim ke posisi tersebut," tulis KCNA, yang menyebutnya sebagai "kepala revolusi serta pusat bimbingan dan persatuan."
Kim telah memegang kekuasaan hampir absolut di Korea Utara yang diperintah secara dinasti sejak mengambil alih setelah kematian ayahnya Kim Jong-il pada tahun 2011. Pada tahun 2012, partai tersebut menyebut Kim Jong-Il sebagai "sekretaris jenderal abadi" dan Kim Jong-un "sekretaris pertama" dalam sebuah konferensi.
"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang statusnya, karena dia masih anggota Komite Sentral dan ada kemungkinan dia telah mengambil posisi penting lainnya," kata Lim Eul-chul, profesor studi Korea Utara di Universitas Kyungnam di Seoul.
'Aturan Satu Orang'
Komite tersebut memilih Kim Jong-un sebagai Sekjen Partai Buruh, yang berarti mengambil alih gelar dari mendiang ayahnya dalam sebuah langkah simbolis yang terlihat bertujuan untuk lebih memperkuat kekuasaannya.
"Kongres tersebut sepenuhnya menyetujui proposal untuk mempromosikan Kim ke posisi tersebut," tulis KCNA, yang menyebutnya sebagai "kepala revolusi serta pusat bimbingan dan persatuan."
Kim telah memegang kekuasaan hampir absolut di Korea Utara yang diperintah secara dinasti sejak mengambil alih setelah kematian ayahnya Kim Jong-il pada tahun 2011. Pada tahun 2012, partai tersebut menyebut Kim Jong-Il sebagai "sekretaris jenderal abadi" dan Kim Jong-un "sekretaris pertama" dalam sebuah konferensi.
Lihat Juga :