Misinformasi Membuat Orang Menjauh dari Vaksin

Senin, 11 Januari 2021 - 01:48 WIB
loading...
Misinformasi Membuat...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Teori konspirasi dan misinformasi membuat orang-orang semakin tidak percaya dengan vaksin Covid-19 , yang akan berdampak pada rendahnya tingkat vaksinasi yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dari virus itu. Hal itu terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan di Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Studi terhadap 8.000 orang di kedua negara menemukan bahwa jumlah orang yang pasti akan melakukan vaksinasi, berada di bawah jumlah orang untuk dapat mencapai apa yang diperkirakan para ilmuwan sebagai "kekebalan kawanan". Untuk mencapai hal tersebut, minimal 55 persen populasi di satu wilayah melakukan vaksinasi.

(Baca: Vaksinasi COVID-19, Harapan Baru Geliat Bisnis Pariwisata di Jawa Timur )

"Vaksin hanya berfungsi jika orang memakainya. Misinformasi menyebabkan kecemasan dan ketidakpastian seputar vaksin baru (Covid-19), serta platform baru yang digunakan untuk mengembangkannya," kata Heidi Larson, seorang profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang ikut memimpin penelitian.

"Ini mengancam tingkat penerimaan vaksin Covid-19," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

Dalam studi misinformasi, 3.000 responden di setiap negara diberikan informasi yang salah antara bulan Juni dan Agustus, yang beredar di media sosial tentang vaksin Covid-19. Sementara 1.000 sisanya di setiap negara, yang bertindak sebagai kelompok kontrol, diperlihatkan informasi faktual tentang vaksin COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Utusan Putin: Tsunami...
Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
AS Naikkan Level Ancaman...
AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya
Rekomendasi
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved