Beijing: Kami Tahu AS Khawatir dengan Perkembangan Pesat China
Sabtu, 02 Januari 2021 - 16:40 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIJING - Menteri Luar Negeri China , Wang Yi, mengatakan hubungan Beijing dengan Washington telah mencapai "persimpangan jalan baru". Menurutnya, Beijing juga tahu bahwa orang-orang di Amerika Serikat (AS) sedang khawatir dengan China yang sudah maju.
"Kami tahu beberapa orang di Amerika Serikat khawatir dengan perkembangan pesat China, tetapi kepemimpinan yang paling berkelanjutan adalah terus maju sendiri, daripada menghalangi perkembangan negara lain," kata Wang Yi dalam komentar resmi yang diterbitkan Sabtu (2/1/2020), seperti dikutip Reuters. (Baca: Tingkatkan Hubungan dengan AS, China Ajukan Syarat )
Diplomat senior mengatakan hubungan kedua negara yang mencapai "persimpangan jalan baru" dapat kembali ke jalur yang benar setelah periode kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu semakin tegang di tengah serangkaian masalah mulai dari sengketa perdagangan, masalah hak asasi manusia, dan asal-usul COVID-19. Dalam langkah terbarunya, Amerika Serikat memasukkan daftar hitam lusinan perusahaan China yang disebut memiliki hubungan dengan militer.
Wang Yi, yang merupakan anggota Dewan Negara China, mengatakan dalam sebuah wawancara bersama dengan kantor berita Xinhua dan media pemerintah lainnya bahwa kebijakan AS baru-baru ini terhadap China telah merugikan kepentingan kedua negara dan membawa bahaya besar bagi dunia.
"Kami tahu beberapa orang di Amerika Serikat khawatir dengan perkembangan pesat China, tetapi kepemimpinan yang paling berkelanjutan adalah terus maju sendiri, daripada menghalangi perkembangan negara lain," kata Wang Yi dalam komentar resmi yang diterbitkan Sabtu (2/1/2020), seperti dikutip Reuters. (Baca: Tingkatkan Hubungan dengan AS, China Ajukan Syarat )
Diplomat senior mengatakan hubungan kedua negara yang mencapai "persimpangan jalan baru" dapat kembali ke jalur yang benar setelah periode kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu semakin tegang di tengah serangkaian masalah mulai dari sengketa perdagangan, masalah hak asasi manusia, dan asal-usul COVID-19. Dalam langkah terbarunya, Amerika Serikat memasukkan daftar hitam lusinan perusahaan China yang disebut memiliki hubungan dengan militer.
Wang Yi, yang merupakan anggota Dewan Negara China, mengatakan dalam sebuah wawancara bersama dengan kantor berita Xinhua dan media pemerintah lainnya bahwa kebijakan AS baru-baru ini terhadap China telah merugikan kepentingan kedua negara dan membawa bahaya besar bagi dunia.
Lihat Juga :