Israel Masih Tak Rela AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA
Kamis, 31 Desember 2020 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Washington selama ini menolak menjual senjata canggih ke negara-negara Arab karena kekhawatiran bahwa penjualan semacam itu akan berdampak negatif pada keunggulan militer kualitatif Israel di wilayah tersebut, yang secara hukum terikat untuk dipertahankan oleh Amerika.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah penjualan tersebut sebagai ketentuan perjanjian normalisasi, meskipun hal ini telah diperdebatkan oleh beberapa pejabat Emirat dan pejabat senior pertahanan Israel yang menyatakan ketidakpastian atas masalah tersebut. Amerika Serikat mengatakan bahwa ketika kesepakatan F-35 tidak secara resmi menjadi bagian dari apa yang disebut Kesepakatan Abraham, Israel yang menormalisasi hubungan dengan UEA membuka jalan menuju penjualan senjata.
Meskipun Norkin menyatakan keprihatinannya atas penjualan F-35 AS ke UEA dan "kerusakan" yang ditimbulkannya pada keuntungan militer Israel, Dia memuji perjanjian normalisasi sebagai anugerah bagi keamanan regional. (Baca juga: Meski Dilarang AS, Perusahaan Turki Terus Produksi Suku Cadang F-35 )
“Ada peluang luar biasa, peluang strategis dalam perjanjian ini dengan negara-negara Teluk. Kami tidak jauh dari melihat latihan gabungan dengan Angkatan Udara Teluk. Setahun yang lalu kami terbang dalam latihan di Yunani dengan Angkatan Udara Emirat. Ini akan memperkuat stabilitas kawasan," ujarnya.
Norkin memuji deklarasi bersama yang ditandatangani antara Menteri Pertahanan Benny Gantz dan mantan Menteri Pertahanan AS Mark Esper kala itu untuk memastikan keuntungan militer Israel di wilayah tersebut. Rincian perjanjian belum dipublikasikan, meskipun Gantz mengatakan bahwa itu memastikan superioritas militer Israel selama beberapa dekade.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah penjualan tersebut sebagai ketentuan perjanjian normalisasi, meskipun hal ini telah diperdebatkan oleh beberapa pejabat Emirat dan pejabat senior pertahanan Israel yang menyatakan ketidakpastian atas masalah tersebut. Amerika Serikat mengatakan bahwa ketika kesepakatan F-35 tidak secara resmi menjadi bagian dari apa yang disebut Kesepakatan Abraham, Israel yang menormalisasi hubungan dengan UEA membuka jalan menuju penjualan senjata.
Meskipun Norkin menyatakan keprihatinannya atas penjualan F-35 AS ke UEA dan "kerusakan" yang ditimbulkannya pada keuntungan militer Israel, Dia memuji perjanjian normalisasi sebagai anugerah bagi keamanan regional. (Baca juga: Meski Dilarang AS, Perusahaan Turki Terus Produksi Suku Cadang F-35 )
“Ada peluang luar biasa, peluang strategis dalam perjanjian ini dengan negara-negara Teluk. Kami tidak jauh dari melihat latihan gabungan dengan Angkatan Udara Teluk. Setahun yang lalu kami terbang dalam latihan di Yunani dengan Angkatan Udara Emirat. Ini akan memperkuat stabilitas kawasan," ujarnya.
Norkin memuji deklarasi bersama yang ditandatangani antara Menteri Pertahanan Benny Gantz dan mantan Menteri Pertahanan AS Mark Esper kala itu untuk memastikan keuntungan militer Israel di wilayah tersebut. Rincian perjanjian belum dipublikasikan, meskipun Gantz mengatakan bahwa itu memastikan superioritas militer Israel selama beberapa dekade.
Lihat Juga :