Laporan Media AS: Saban Tahun, 1.000 Gadis Pakistan Dipaksa Masuk Islam

Selasa, 29 Desember 2020 - 11:37 WIB
loading...
A A A
“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa, saya terlalu muda dan saya tidak mau. Dia sudah tua," kata Neha. "Dia menamparku dan mengurungku di kamar."

Neha menceritakan tentang dibawa ke hadapan dua pria, satu yang akan menjadi suaminya dan yang lainnya yang merekam pernikahannya. Mereka mengatakan dia berusia 19 tahun. Dia mengatakan dia terlalu takut untuk berbicara karena Bibinya mengancam akan menyakiti adik laki-lakinya yang berusia dua tahun jika dia menolak untuk menikah.

Dia mengetahui tentang konversi agama hanya ketika dia diberitahu untuk menandatangani akta nikah dengan nama barunya; Fatima.

Selama seminggu dia dikunci di satu ruangan. Suami barunya mendatanginya pada malam pertama. Air mata membasahi syal birunya saat dia mengingatnya: “Saya menjerit dan menangis sepanjang malam. Saya memiliki gambaran dalam pikiran saya yang tidak bisa saya gores," kata Neha. "Saya benci dia."

Putri tertuanya membawakan makanannya setiap hari, dan Neha memohon bantuan untuk melarikan diri. Meskipun wanita itu takut pada ayahnya, dia memberanikan diri seminggu setelah pernikahan ayahnya, membawakan Neha sebuah burqa—pakaian yang menutupi semua yang dikenakan oleh beberapa wanita Muslim—dan uang 500 rupee (sekitar USD3). Neha akhirnya berhasil melarikan diri.

Tetapi ketika dia tiba di rumah, Neha menemukan keluarganya telah berbalik melawannya.

“Saya pulang ke rumah dan menangis kepada Mama tentang Bibi saya, apa yang dia katakan dan ancamannya. Tapi dia tidak menginginkan saya lagi, "kata Neha.

Menurut Neha, orangtuanya takut akan apa yang mungkin dilakukan suami barunya kepada mereka. Lebih lanjut, prospek pernikahan bagi seorang gadis di Pakistan yang konservatif yang telah diperkosa atau menikah sebelumnya sangat tipis, dan para aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa mereka sering dipandang sebagai beban.

Keluarga Neha, termasuk Bibinya, semuanya menolak untuk berbicara dengan AP. Pengacara suaminya, Mohammad Saleem, bersikeras bahwa Neha menikah dan pindah agama secara sukarela.

Neha menemukan perlindungan di sebuah gereja Kristen di Karachi, tinggal di kompleks dengan keluarga pendeta, yang mengatakan gadis itu masih bangun sambil berteriak di malam hari. Dia berharap untuk kembali ke sekolah suatu hari tetapi masih putus asa.

“Awalnya mimpi buruk saya terjadi setiap malam, tapi sekarang kadang-kadang saya ingat dan di dalam hati saya gemetar,” katanya. “Sebelumnya saya ingin menjadi pengacara, tetapi sekarang saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Bahkan Ibu saya tidak menginginkan saya sekarang. "
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
5 Negara dengan Umat...
5 Negara dengan Umat Islam Terbanyak di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved