AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Berdaya Lawan Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 - 08:14 WIB
loading...
A A A
"Sudah jelas sekarang lebih dari sebelumnya bahwa senjata nuklir tidak memberikan keamanan bagi dunia di tengah pandemi global," kata Alicia Sanders-Zakre, penulis utama laporan tersebut yang dikutip SINDOnews.com dari makalah ICAN, Kamis (14/5/2020).

"Terutama ketika ada defisit pasokan pasokan kesehatan dan profesional medis yang kelelahan," lanjut Alicia.

Washington menyumbang bagian terbesar dari peningkatan pengeluaran nuklir dunia USD7,1 miliar antara 2018 hingga 2019, dengan USD5,8 miliar dalam pengeluaran tambahan. Ini sebenarnya lebih tinggi dari data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), di mana belanja militer AS pada 2019 mencapai 38 persen dari total belanjaa militer global.

Rusia, yang ICAN perkirakan memiliki lebih banyak hulu ledak nuklir daripada AS, menghabiskan USD8,5 miliar untuk persenjataan atomnya pada tahun 2019. Sedangkan China USD10,5 miliar dan Inggris USD8,9 miliar. (Baca juga: Trump Marah Diprediksi Lumpuh akibat Covid-19: AS Tak Akan Jadi Komunis! )

Khawatir dengan upaya AS untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya, beberapa pihak di China telah menyerukan penumpukan senjata atomnya sendiri secara drastis. Sebagai contoh, media Partai Komunis China; The Global Times,beberapa hari lalu menyerukan Beijing memperbanyak hulu ledak nuklir menjadi 1.000 dari yang sekarang sekitar 300 unit.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Tambahan Upah Pungut...
'Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho' Jadi Bahasa Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved