Putin Sebut Pembuatan Rudal Antar Benua Rusia Hampir Selesai
Minggu, 20 Desember 2020 - 21:37 WIB
loading...
Rusia menyatakan pengerjaan rudal balistik antarbenua Sarmat berlangsung secara aktif dan sekarang hampir selesai. Foto/Ist
A
A
A
MOSKOW - Rusia menyatakan pengerjaan rudal balistik antarbenua Sarmat berlangsung secara aktif dan sekarang hampir selesai. Hal itu diungkapkan langsung Presiden Rusia , Vladimir Putin.
"Pengerjaan Sarmat berlangsung secara aktif dan sekarang berada di tahap akhir. Sedangkan untuk Poseidon (kendaraan bawah air tak berawak), pekerjaan berjalan dengan baik," kata Putin.
"Pengerjaan rudal dengan sistem nuklir jarak-global juga berjalan sesuai jadwal," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (20/12/2020). ( Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
Putin kemudian mengatakan bahwa pekerjaan pada sistem persenjataan lain juga berjalan sesuai jadwal. "Beberapa dari mereka, senjata laser Kinzhal dan Peresvet, telah digunakan," katanya.
RS-28 Sarmat adalah sistem berbasis silo canggih dengan rudal balistik antarbenua berbahan bakar cair yang berat. Rudal ini telah dalam proses pengembangan sejak tahun 2000-an untuk menggantikan ICBM R-36M2 Voyevoda.
Memiliki bobot sekitar 200 ton dan memiliki bobot lemparan sekitar 10 ton, Sarmat mampu menembus sistem pertahanan rudal yang ada saat ini dan juga yang akan datang. (Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan )
"Pengerjaan Sarmat berlangsung secara aktif dan sekarang berada di tahap akhir. Sedangkan untuk Poseidon (kendaraan bawah air tak berawak), pekerjaan berjalan dengan baik," kata Putin.
"Pengerjaan rudal dengan sistem nuklir jarak-global juga berjalan sesuai jadwal," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (20/12/2020). ( Baca juga: Hacker Rusia Serang Amerika Serikat, Microsoft Ikut jadi Korban )
Putin kemudian mengatakan bahwa pekerjaan pada sistem persenjataan lain juga berjalan sesuai jadwal. "Beberapa dari mereka, senjata laser Kinzhal dan Peresvet, telah digunakan," katanya.
RS-28 Sarmat adalah sistem berbasis silo canggih dengan rudal balistik antarbenua berbahan bakar cair yang berat. Rudal ini telah dalam proses pengembangan sejak tahun 2000-an untuk menggantikan ICBM R-36M2 Voyevoda.
Memiliki bobot sekitar 200 ton dan memiliki bobot lemparan sekitar 10 ton, Sarmat mampu menembus sistem pertahanan rudal yang ada saat ini dan juga yang akan datang. (Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan )
(esn)
Lihat Juga :