Pelaut AS Hilang dari Kapal Induk, Kapal Perang hingga Pesawat Sibuk Mencari
Sabtu, 12 Desember 2020 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Wabah virus corona akhirnya menginfeksi lebih dari 1.000 pelaut di kapal yang mendapat julukan "Big Stick" tersebut. Jumlah itu sekitar 20 persen dari total awak kapal induk.
Hilangnya seorang pelaut itu adalah yang terbaru dari serangkaian kemunduran yang dialami kapal perang raksasa tersebut.
Mantan komandan kapal induk, Kapten Brett Crozier, dipecat pada awal April karena penanganannya terhadap wabah Covid-19 saat dikerahkan ke Pasifik Barat, yang termasuk menyampaikan permohonan bantuan mendesak dalam sebuah surat yang dikirimkan melalui saluran tidak aman ke komandan tertinggi Angkatan Laut. Surat itu kemudian bocor ke San Francisco Chronicle.
Thomas B. Modly, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Angkatan Laut yang memecat Kapten Crozier, memilih mengundurkan diri karena pemecatan tersebut.
Modly terbang dari Pentagon di belahan dunia ke Guam untuk mencaci-maki kru melalui interkom kapal dan menyebut mantan nakhoda mereka—yang populer di kalangan kru—"terlalu naif atau terlalu bodoh untuk menjadi komandan" karena tidak memikirkan suratnya akan bocor ke pers. Kata-kata kasar Modly kemudian bocor ke pers juga.
Hilangnya seorang pelaut itu adalah yang terbaru dari serangkaian kemunduran yang dialami kapal perang raksasa tersebut.
Mantan komandan kapal induk, Kapten Brett Crozier, dipecat pada awal April karena penanganannya terhadap wabah Covid-19 saat dikerahkan ke Pasifik Barat, yang termasuk menyampaikan permohonan bantuan mendesak dalam sebuah surat yang dikirimkan melalui saluran tidak aman ke komandan tertinggi Angkatan Laut. Surat itu kemudian bocor ke San Francisco Chronicle.
Thomas B. Modly, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Angkatan Laut yang memecat Kapten Crozier, memilih mengundurkan diri karena pemecatan tersebut.
Modly terbang dari Pentagon di belahan dunia ke Guam untuk mencaci-maki kru melalui interkom kapal dan menyebut mantan nakhoda mereka—yang populer di kalangan kru—"terlalu naif atau terlalu bodoh untuk menjadi komandan" karena tidak memikirkan suratnya akan bocor ke pers. Kata-kata kasar Modly kemudian bocor ke pers juga.
(min)
Lihat Juga :