Tutupi Bisnis di Permukiman Israel, Amnesty Kecam Airbnb Jelang IPO
Kamis, 10 Desember 2020 - 09:11 WIB
loading...
Logo perusahaan Airbnb. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Amnesty International menuduh Airbnb bertindak dengan itikad buruk terhadap investor menjelang debut pasar saham (IPO) pada Kamis (10/12).
Tuduhan itu muncul karena Airbnb tidak memberi tahu investor tentang aktivitas bisnis yang sensitif secara politik di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
Airbnb tidak memberikan komentar atas tuduhan Amnesty. Juru bicara perusahaan merujuk kepada Reuters pada pernyataan 2019 yang mengatakan tidak akan mengambil untung dari daftar mitra di Tepi Barat.
Amnesty menyeru Airbnb menghapus daftar properti sewaan di permukiman ilegal tersebut dengan mengatakan perusahaan seharusnya menyebutkannya di bagian "Faktor Risiko" dari pengajuan 16 November pada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat. (Baca Juga: Seorang Wanita Arab Calonkan Diri sebagai Presiden Israel)
Perusahaan booking yang berbasis di San Francisco itu menggelar IPO di Nasdaq pada Kamis (10/12). (Lihat Infografis: Pandemi Belum Reda, Tetap Prioritaskan Kepentingan Anak)
Tuduhan itu muncul karena Airbnb tidak memberi tahu investor tentang aktivitas bisnis yang sensitif secara politik di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat.
Airbnb tidak memberikan komentar atas tuduhan Amnesty. Juru bicara perusahaan merujuk kepada Reuters pada pernyataan 2019 yang mengatakan tidak akan mengambil untung dari daftar mitra di Tepi Barat.
Amnesty menyeru Airbnb menghapus daftar properti sewaan di permukiman ilegal tersebut dengan mengatakan perusahaan seharusnya menyebutkannya di bagian "Faktor Risiko" dari pengajuan 16 November pada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat. (Baca Juga: Seorang Wanita Arab Calonkan Diri sebagai Presiden Israel)
Perusahaan booking yang berbasis di San Francisco itu menggelar IPO di Nasdaq pada Kamis (10/12). (Lihat Infografis: Pandemi Belum Reda, Tetap Prioritaskan Kepentingan Anak)
Lihat Juga :