Terlalu Curiga Risiko Teror Kelompok Islam, PM Selandia Baru Minta Maaf
Selasa, 08 Desember 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga meluncurkan gerakan global melawan ekstremisme online.
Namun, pihak berwenang dikritik karena mengabaikan peringatan berulang dari komunitas Muslim bahwa kejahatan rasial terhadap mereka terus meningkat.
Laporan setebal 800 halaman itu mengatakan, “Ada konsentrasi sumber daya yang tidak tepat pada ancaman terorisme ekstremis Islam.”
Pengajuan ke komisi oleh berbagai organisasi Muslim menggambarkan bagaimana mereka merasa menjadi sasaran badan keamanan sementara ancaman terhadap mereka tidak ditanggapi dengan serius.
"Kami merasa prihatin bahwa para Komisaris menemukan kegagalan sistemik dan konsentrasi sumber daya yang tidak tepat terhadap terorisme Islam, namun menyatakan bahwa ini tidak akan membuat perbedaan bagi teroris yang terdeteksi sebelum kejadian tersebut," ungkap Dewan Perempuan Islam dalam pernyataannya.
Laporan itu mengatakan tidak ada kemungkinan rencana Tarrant dapat dideteksi "kecuali secara kebetulan".
Lihat Juga :