Dikira Orang Hidup Tak Pakai Masker, Mayat Ini Dimarahi Orang-orang di Gereja
Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:05 WIB
loading...
Jenazah Che Lewis, 29, dibawa ke gereja tanpa peti mati dan didudukkan di kursi sehingga orang-orang mengira dia masih hidup. Foto/Newsflash
A
A
A
PORT OF SPAIN - Seorang pria yang telah meninggal dibawa keluarganya ke sebuah gereja di Trinidad dan Tobago. Namun, kehadiran pria yang sudah jadi mayat ini memicu kehebohan karena dibawa tanpa peti mati dan justru didudukkan di kursi dengan penampilan modis seperti orang yang masih hidup.
Mayat itu dibawa ke gereja untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman. Lantaran dibawa tanpa peti mati, pihak gereja menolaknya masuk. (Baca: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
Bahkan, orang-orang yang berada di gereja memarahi mayat yang dikira masih hidup tersebut karena tidak mengenakan masker di saat virus corona baru (Covid-19) sedang mewabah.
Che Lewis, 29, dan ayahnya Adlay Lewis, 54, harus dimakamkan bersama setelah mereka ditembak dan dibunuh di rumah mereka di Port of Spain di Trinidad dan Tobago.
Proses pemakaman pada 25 November mendapat banyak perhatian karena disiarkan secara online.
Mayat itu dibawa ke gereja untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman. Lantaran dibawa tanpa peti mati, pihak gereja menolaknya masuk. (Baca: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )
Bahkan, orang-orang yang berada di gereja memarahi mayat yang dikira masih hidup tersebut karena tidak mengenakan masker di saat virus corona baru (Covid-19) sedang mewabah.
Che Lewis, 29, dan ayahnya Adlay Lewis, 54, harus dimakamkan bersama setelah mereka ditembak dan dibunuh di rumah mereka di Port of Spain di Trinidad dan Tobago.
Proses pemakaman pada 25 November mendapat banyak perhatian karena disiarkan secara online.
Lihat Juga :