Inggris Umumkan Peningkatan Belanja Militer Terbesar sejak Perang Dingin

Jum'at, 20 November 2020 - 05:10 WIB
loading...
Inggris Umumkan Peningkatan...
Kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris pada hari Kamis mengumumkan peningkatan belanja militer terbesarnya sejak Perang Dingin. Perdana Menteri (PM) Boris Johnson berjanji bahwa pasca-Brexit, Inggris akan mengakhiri "era mundur" beberapa dekade perannya di dunia.

Johnson mengatakan pengeluaran ekstra mencerminkan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan militer bahkan ketika pandemi Covid-19 merusak ekonomi dan membebani keuangan publik. Dia menguraikan rencana untuk komando luar angkasa baru, sebuah badan artificial intelligence dan mengatakan Angkatan Laut akan dipulihkan sebagai yang paling kuat di Eropa.

Menguraikan kesimpulan pertama dari tinjauan besar kebijakan luar negeri dan pertahanan, ia mengumumkan tambahan £16,5 miliar (USD22 miliar) untuk militer selama empat tahun ke depan. Anggaran pertahanan sekarang hanya di bawah £42 miliar setahun.

"Era pemotongan anggaran pertahanan kita harus berakhir, dan itu berakhir sekarang," kata Johnson kepada parlemen melalui tautan video dari kantornya di Downing Street, tempat dia mengisolasi diri setelah kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Saya telah melakukan ini di tengah pandemi, di tengah setiap tuntutan lain atas sumber daya kami, karena pertahanan wilayah dan keselamatan rakyat Inggris harus diutamakan," ujarnya, seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11/2020).

Inggris adalah sekutu utama Amerika Serikat (AS) di medan perang di Irak dan Afghanistan. Inggris sejatinya, bersama Prancis, menjadi kekuatan militer utama di Uni Eropa. Tetapi pemungutan suara 2016, di mana mayoritas rakyat Inggris memilih keluar dari Uni Eropa, telah membuat peran global negara itu tidak pasti pada saat China sedang bangkit dan Presiden Donald Trump telah meragukan dukungan AS untuk sekutu tradisionalnya tersebut.

Pengumuman pengeluaran militer muncul hanya seminggu setelah Johnson berjanji kepada Presiden terpilih AS Joe Biden bahwa Inggris bertekad untuk tetap menjadi sekutu militer yang berharga.

Christopher Miller, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan AS, dalam pemerintahan Trump yang akan lengser, menyambut baik pengeluaran ekstra tersebut.

"Inggris adalah sekutu kami yang paling kuat dan cakap, dan peningkatan pengeluaran (belanja militer) ini menunjukkan komitmen mereka kepada NATO dan keamanan bersama kami," katanya. "Dengan peningkatan ini, militer Inggris akan terus menjadi salah satu kekuatan tempur terbaik di dunia."

Pemerintah Inggris mengatakan kenaikan itu akan memperkuat posisi Inggris sebagai pemboros pertahanan terbesar di Eropa dan terbesar kedua di NATO. (Baca: Penasihat Khamenei: Serangan Taktis AS terhadap Iran Akan Jadi Perang Skala Penuh )

Menurut pemerintah, pasukan siber nasional akan dibentuk bersamaan dengan komando luar angkasa baru, yang akan mampu meluncurkan roket pertamanya pada tahun 2022. Ini dan proyek baru lainnya akan menciptakan hingga 10.000 pekerjaan.

Oposisi utama Partai Buruh Inggris mengatakan kenaikan itu sudah lama tertunda setelah pemerintah Konservatif yang berkuasa memangkas ukuran angkatan bersenjata hingga seperempat dalam dekade terakhir.

Pendanaan tambahan akan meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut tentang bagaimana pemerintah mengelola anggaran pertahanan dan keamanannya setelah berulang kali muncul tuduhan bahwa hal itu memungkinkan biaya membengkak untuk proyek yang terlalu ambisius.

Sebuah laporan oleh anggota parlemen mengatakan pada hari Kamis bahwa badan mata-mata GCHQ Inggris mengabaikan bukti dan melanggar ketentuan anggarannya dalam memilih markas pusat London yang mahal untuk pusat keamanan siber yang baru dibuat.

Setelah media melaporkan bahwa miliaran poundsterling dapat dipotong dari anggaran bantuan luar negeri Inggris, Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan kepada Sky News bahwa pengeluaran pertahanan yang lebih tinggi tidak akan mengorbankan bantuan.

"Ini tidak berarti mengatakan kami meninggalkan medan perang bantuan internasional, kami masih salah satu pemberi bantuan internasional yang paling dermawan," kata Wallace.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Balas Gelombang Serangan...
Balas Gelombang Serangan AS, Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Yordania
Trump Lapor ke Kongres...
Trump Lapor ke Kongres AS, Operasi Militer terhadap Iran Dimulai Lagi
Rekomendasi
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Lima Akomodasi di Bali...
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Atlet Berkuda Narantraya...
Atlet Berkuda Narantraya Jeihan Widjaya Naik Podium, Sabet Posisi Tiga Djiugo Next Adventure 2026
Berita Terkini
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved