Loyalis Trump Unjuk Diri

Senin, 16 November 2020 - 08:35 WIB
loading...
A A A
Demonstrasi tersebut umumnya berlangsung damai. Namun, sejumlah bentrokan dilaporkan antara pendukung Trump dan Biden. Satu orang dilaporkan ditikam dan dilarikan ke rumah sakit. The Washington Post melaporkan, aksi penikaman tersebut terjadi pada malam hari.

Puluhan anggota Proud Boys, kelompok sayap kanan, ikut unjuk rasa di jalanan dengan menggunakan rompi antipeluru dan helm tentara. Sementara kelompok gerakan sayap kiri yang dikenal dengan antifa juga menggelar aksi tandingan. Di dekat Mahkamah Agung, beberapa demonstran sayap kiri membawa payung hitam dan menggunakan penutup wajah. Beberapa demonstran itu mencegah pendukung Trump dengan menggunakan sepeda. Mereka menyebut pendukung Trump sebagai “Nazi”. Polisi menangkap sedikitnya 10 orang, termasuk mereka yang membawa senjata api. (Baca juga: Tren Sefie maut: Narsis Berujung Nyawa Melayang)

Berdasarkan penghitungan Edison Research, Biden telah memenangkan 306 suara elektoral dan dinyatakan sebagai pemenangnya karena telah mendapatkan lebih dari 270 suara sebagai batas kemenangan. Biden juga meraih kemenangan populer dengan mendapatkan lebih 5,5 juta suara atau 3,6% lebih banyak dibandingkan Trump.

Melihat kemungkinan sulit untuk membalikkan suara, menurut para penasihat politik Trump, ada kemungkinan Trump akan maju kembali ke Gedung Putih pada 2024. Upaya yang dilakukan Trump pun menghalangi transisi pemerintahan yang damai dan mulus.

Trump sendiri sudah menunjukkan sinyal bahwa prospek tentang pelantikan presiden pada 20 Januari mendatang. “Waktu yang akan menceritakannya,” jawabnya ketika ditanya reporter tentang persiapan Gedung Putih menjelang pelantikan presiden baru.

“Pemerintahan ini tidak akan menerapkan isolasi. Harapannya, uh, apakah yang terjadi dengan pemerintahan mendatang? Saya hanya menebak waktu akan menceritakan,” kata Trump bercerita tentang penanganan pandemi virus korona. (Baca juga: Sirekap di Pilkada 2020, Mantan Anggota KPU Ingatkan Potensi Chaos)

Itu sepertinya sebagai pembalasan karena Trump memang menghadapi kekalahan telak pada gugatan pemilu di pengadilan. Pada Jumat (13/11), sembilan kasus gugatan terhadap kemenangan Joe Biden di negara bagian kunci telah dikalahkan. Itu sebagai serangkaian kekalahan brutal bagi Trump yang sudah kalah dan menolak mengakui kekalahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Ngeri! Kebakaran Pabrik...
Ngeri! Kebakaran Pabrik Sepatu, Puluhan Pekerja Tewas
Rekomendasi
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Berita Terkini
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved