Hubungan Turki-AS di Era Biden Mungkin akan Jauh Lebih Buruk
Minggu, 15 November 2020 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
"Biden, tidak seperti Trump, tidak mungkin mengabaikan kemunduran demokrasi di Turki dan Erdogan tidak akan menganggap enteng kritiknya," katanya, seperti dilansir Arab News.
Uji coba sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Turki dan kemungkinan lampu hijau untuk sanksi terhadapnya juga akan menjadi agenda. Kongres AS tetap keras kepala dan memiliki dukungan bipartisan untuk mengambil tindakan terhadap Ankara, karena Washington khawatir bahwa rudal Rusia dapat membahayakan pertahanan NATO.
Meskipun dampak tindakan hukuman dari Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan menjadi bencana besar bagi Ankara, terutama dalam hal ekonomi, negara tersebut saat ini tidak memberikan sinyal untuk mundur dari pendekatan kontroversialnya dengan Rusia.
Dalam wawancara dengan The New York Times Desember lalu, Biden menggambarkan Erdogan sebagai seorang otokrat dan mengkritik kebijakannya terhadap Kurdi. Dia juga menyarankan untuk memperkuat kepemimpinan oposisi Turki, komentar yang memancing banyak reaksi.
Karena prioritas Biden akan fokus untuk menahan Rusia dan Iran, dan memperkuat komitmen untuk aliansi multilateral, terutama NATO, peluang Ankara untuk memperbaiki hubungan dengan Washington akan bergantung pada bagaimana kebijakannya selaras dengan pola ini.
(Baca: Erdogan Bilang Turki Mampu Atasi Konsekuensi Embargo Senjata )
Uji coba sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia oleh Turki dan kemungkinan lampu hijau untuk sanksi terhadapnya juga akan menjadi agenda. Kongres AS tetap keras kepala dan memiliki dukungan bipartisan untuk mengambil tindakan terhadap Ankara, karena Washington khawatir bahwa rudal Rusia dapat membahayakan pertahanan NATO.
Meskipun dampak tindakan hukuman dari Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) akan menjadi bencana besar bagi Ankara, terutama dalam hal ekonomi, negara tersebut saat ini tidak memberikan sinyal untuk mundur dari pendekatan kontroversialnya dengan Rusia.
Dalam wawancara dengan The New York Times Desember lalu, Biden menggambarkan Erdogan sebagai seorang otokrat dan mengkritik kebijakannya terhadap Kurdi. Dia juga menyarankan untuk memperkuat kepemimpinan oposisi Turki, komentar yang memancing banyak reaksi.
Karena prioritas Biden akan fokus untuk menahan Rusia dan Iran, dan memperkuat komitmen untuk aliansi multilateral, terutama NATO, peluang Ankara untuk memperbaiki hubungan dengan Washington akan bergantung pada bagaimana kebijakannya selaras dengan pola ini.
(Baca: Erdogan Bilang Turki Mampu Atasi Konsekuensi Embargo Senjata )
Lihat Juga :