Putin: Rusia Akan Terus Tingkatkan Senjata Nuklir karena Ada Ancaman

Rabu, 11 November 2020 - 00:27 WIB
loading...
A A A
Putin menekankan bahwa Rusia tidak berencana untuk terlibat dalam perlombaan senjata yang melelahkan, dan menambahkan bahwa hal itu tidak perlu dilakukan. Dia juga menyinggung masalah perjanjian New START yang akan berakhir pada Februari 2020, dengan mencatat bahwa masa depan perjanjian senjata nuklir penting dengan AS itu masih belum jelas.

"Dokumen ini memastikan tingkat transparansi yang diperlukan dari persenjataan, senjata nuklir strategis dan membatasi perlombaan (senjata) yang tidak terkendali," katanya.

Setelah pembicaraan tentang perpanjangan perjanjian New START untuk waktu yang lama berakhir dengan kebuntuan, Moskow dan Washington terlibat dalam negosiasi untuk mencapai perpanjangan satu tahun sementara untuk perjanjian pengendalian senjata. Namun, negosiasi tersebut sejauh ini juga gagal membuahkan hasil.

Rusia menawarkan untuk memperpanjang perjanjian itu selama setahun tanpa prasyarat, tetapi Gedung Putih menuntut kedua negara untuk membekukan persenjataan nuklir mereka selama perpanjangan perjanjian. Setelah Kremlin menerima kondisi ini, pembicaraan sekali lagi menemui jalan buntu atas tuntutan AS untuk mekanisme verifikasi yang lebih ekstensif untuk perjanjian tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyebut tuntutan AS tidak dapat diterima. "Karena pada dasarnya mereka mengharuskan Moskow untuk memberi AS akses ke elemen paling sensitif dari keamanan nasional kami," ujarnya, dengan mengecam Washington karena tidak mau menemukan kompromi yang dapat diterima.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved