Kremlin: Tak Ada Kesepakatan Penempatan Pasukan Turki di Nagorno Karabakh
Selasa, 10 November 2020 - 18:41 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengatakan tidak ada kesepakatan tentang pengerahan pasukan penjaga perdamaian Turki di Nagorno Karabakh yang dilanda konflik bersenjata . Pernyataan itu dikeluarkan setelah penandatanganan kesepakatan gencatan senjata dalam upaya menghentikan pertumpahan dari di wilayah itu yang terjadi lebih dari sebulan.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan bahwa pusat untuk memantau gencatan senjata, yang terletak di luar Nagorno-Karabakh, tunduk pada kesepakatan terpisah seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/10/2020).
Sebelumnya kantor berita Sputnik Azerbaikan melaporkan Presiden Azerbaijan dan Turki membahas pembentukan pusat penjaga perdamaian Rusia-Turki bersama.(Baca juga: Via Telepon, Erdogan-Putin Bahas Konflik di Nagorno Karabakh )
Armenia, Azerbaijan, dan Rusia mengatakan mereka telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer di wilayah Nagorno-Karabakh setelah lebih dari sebulan pertumpahan darah.
Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan pertama kali mengumumkan penandatanganan di media sosial pada Selasa dini hari. Kremlin dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev kemudian mengkonfirmasi berita tersebut.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan bahwa pusat untuk memantau gencatan senjata, yang terletak di luar Nagorno-Karabakh, tunduk pada kesepakatan terpisah seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/10/2020).
Sebelumnya kantor berita Sputnik Azerbaikan melaporkan Presiden Azerbaijan dan Turki membahas pembentukan pusat penjaga perdamaian Rusia-Turki bersama.(Baca juga: Via Telepon, Erdogan-Putin Bahas Konflik di Nagorno Karabakh )
Armenia, Azerbaijan, dan Rusia mengatakan mereka telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer di wilayah Nagorno-Karabakh setelah lebih dari sebulan pertumpahan darah.
Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan pertama kali mengumumkan penandatanganan di media sosial pada Selasa dini hari. Kremlin dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev kemudian mengkonfirmasi berita tersebut.
Lihat Juga :