China dan Rusia Masih Belum Beri Ucapan Selamat pada Biden, Ada Apa?
Selasa, 10 November 2020 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Biden menguasai lebih dari 270 suara Electoral College yang diperlukan untuk memenangkan Gedung Putih pada Sabtu, empat hari setelah pemilihan 3 November.
Dia mengalahkan Trump dengan lebih dari 4 juta suara secara nasional, menjadikan Trump sebagai presiden pertama sejak 1992 yang kalah dalam pemilu ulang.
Ditanya mengapa, pada 2016, Putin memberi selamat kepada Trump segera setelah dia memenangkan Electoral College dan mengalahkan Demokrat Hillary Clinton, Peskov mengatakan ada perbedaan yang jelas.
“Anda bisa lihat ada prosedur hukum tertentu yang sudah diumumkan oleh presiden saat ini. Makanya situasinya berbeda-beda dan oleh karena itu menurut kami pantas menunggu pengumuman resmi,” tutur dia.
Peskov menyebut Putin telah berulang kali mengatakan dia siap bekerja dengan pemimpin AS mana pun. Menurut dia, Rusia berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintahan AS yang baru dan menemukan cara untuk menormalkan hubungan bilateral yang bermasalah.
Hubungan Moskow dengan Washington merosot ke posisi terendah pasca-Perang Dingin pada 2014 ketika Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina. Biden menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Barack Obama saat itu.
Hubungan makin memburuk karena tuduhan AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilu presiden AS 2016 dengan menggiring suara mendukung Trump. Tuduhan itu dibantah Kremlin.
Dia mengalahkan Trump dengan lebih dari 4 juta suara secara nasional, menjadikan Trump sebagai presiden pertama sejak 1992 yang kalah dalam pemilu ulang.
Ditanya mengapa, pada 2016, Putin memberi selamat kepada Trump segera setelah dia memenangkan Electoral College dan mengalahkan Demokrat Hillary Clinton, Peskov mengatakan ada perbedaan yang jelas.
“Anda bisa lihat ada prosedur hukum tertentu yang sudah diumumkan oleh presiden saat ini. Makanya situasinya berbeda-beda dan oleh karena itu menurut kami pantas menunggu pengumuman resmi,” tutur dia.
Peskov menyebut Putin telah berulang kali mengatakan dia siap bekerja dengan pemimpin AS mana pun. Menurut dia, Rusia berharap dapat menjalin dialog dengan pemerintahan AS yang baru dan menemukan cara untuk menormalkan hubungan bilateral yang bermasalah.
Hubungan Moskow dengan Washington merosot ke posisi terendah pasca-Perang Dingin pada 2014 ketika Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina. Biden menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Barack Obama saat itu.
Hubungan makin memburuk karena tuduhan AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilu presiden AS 2016 dengan menggiring suara mendukung Trump. Tuduhan itu dibantah Kremlin.
(sya)
Lihat Juga :