Israel Dilaporkan Larang Pejabat Palestina Masuki Al-Aqsa
Kamis, 05 November 2020 - 17:51 WIB
loading...
Israel dilaporkan telah melarang seorang pejabat Palestina memasuki komplek masjid Al-Aqsa. Foto/Ist
A
A
A
YERUSALEM - Israel dilaporkan telah melarang seorang pejabat Palestina memasuki komplek masjid Al-Aqsa. Pejabat yang dilarang masuk adalah Wakil Direktur Departemen Wakaf Yerusalem, Sheikh Najeh Bakirat.
Bakirat membenarkan bahwa dirinya telah dilarang memasuki komplek Al-Aqsa. Namun, Bakirat mengatakan, pemerintah Israel tidak memberikan penjelasan mengenai mengapa dia dilarang memasuki komplek tersebut. ( Baca juga: AS Sebut Aneksasi Gaza Pintu Perdamaian Israel-Palestina, PBNU: Itu Persepsi Sepihak )
"Saya telah menerima perintah Israel yang melarang saya dari Masjid Al-Aqsa selama enam bulan. Otoritas Israel tidak memberikan alasan untuk larangan tersebut," ucap Bakirat dalam sebuah pernyataan.
Seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (5/11/2020), Bakirat mencatat bahwa polisi dan intelijen Israel telah menggerebek kantornya minggu lalu, dengan alasan ancaman terhadap keamanan Israel.
Israel telah melarang Bakirat memasuki Masjid Al-Aqsa sebanyak 23 kali sejak 2001 dan menahannya sebanyak 13 kali.( Baca juga: Mayoritas Warga Israel Ingin Trump Menang Pilpres AS )
Bakirat membenarkan bahwa dirinya telah dilarang memasuki komplek Al-Aqsa. Namun, Bakirat mengatakan, pemerintah Israel tidak memberikan penjelasan mengenai mengapa dia dilarang memasuki komplek tersebut. ( Baca juga: AS Sebut Aneksasi Gaza Pintu Perdamaian Israel-Palestina, PBNU: Itu Persepsi Sepihak )
"Saya telah menerima perintah Israel yang melarang saya dari Masjid Al-Aqsa selama enam bulan. Otoritas Israel tidak memberikan alasan untuk larangan tersebut," ucap Bakirat dalam sebuah pernyataan.
Seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (5/11/2020), Bakirat mencatat bahwa polisi dan intelijen Israel telah menggerebek kantornya minggu lalu, dengan alasan ancaman terhadap keamanan Israel.
Israel telah melarang Bakirat memasuki Masjid Al-Aqsa sebanyak 23 kali sejak 2001 dan menahannya sebanyak 13 kali.( Baca juga: Mayoritas Warga Israel Ingin Trump Menang Pilpres AS )
Lihat Juga :