Dorongan AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel Bikin Sudan Terpecah
Minggu, 01 November 2020 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Para pejabat mengatakan, para pemimpin militer mengupayakan kesepakatan cepat AS-Sudan, termasuk normalisasi dengan Israel, dengan imbalan paket bantuan. Para pejabat tersebut mengatakan kekhawatiran militer akan insentif yang ditawarkan sekarang dapat ditarik setelah pemilihan AS.
(Baca: Netanyahu: Utusan Israel Akan Sambangi Sudan )
Osman Mirghani, seorang analis Sudan sepakat bahwa Khartoum tidak memiliki waktu yang tidak terbatas untuk memutuskan. “Tawaran insentif AS, tidak akan bertahan lama. Ini terkait pemilihan presiden AS di satu sisi dan banyaknya negara Arab yang melakukan normalisasi," ucapnya, seperti dilansir Channel News Asia.
Penunjukan Sudan sebagai "negara sponsor terorisme" sendiri dimulai pada tahun 1990-an, ketika negara itu secara singkat menjamu Osama bin Laden dan militan lainnya yang dicari AS. Sudan juga diyakini telah menjadi saluran pipa bagi Iran untuk memasok senjata kepada militan Palestina di Jalur Gaza.
Dengan pemimpin otokratis lama Sudan, Omar al-Bashir digulingkan dan menghadapi kejahatan perang dan tuduhan lainnya, otoritas transisi Sudan percaya bahwa alasan di balik daftar terorisme telah menguap. Tetapi, banyak orang di AS berpendapat bahwa Sudan harus menebus tindakan pemerintah sebelumnya.
(Baca: Netanyahu: Utusan Israel Akan Sambangi Sudan )
Osman Mirghani, seorang analis Sudan sepakat bahwa Khartoum tidak memiliki waktu yang tidak terbatas untuk memutuskan. “Tawaran insentif AS, tidak akan bertahan lama. Ini terkait pemilihan presiden AS di satu sisi dan banyaknya negara Arab yang melakukan normalisasi," ucapnya, seperti dilansir Channel News Asia.
Penunjukan Sudan sebagai "negara sponsor terorisme" sendiri dimulai pada tahun 1990-an, ketika negara itu secara singkat menjamu Osama bin Laden dan militan lainnya yang dicari AS. Sudan juga diyakini telah menjadi saluran pipa bagi Iran untuk memasok senjata kepada militan Palestina di Jalur Gaza.
Dengan pemimpin otokratis lama Sudan, Omar al-Bashir digulingkan dan menghadapi kejahatan perang dan tuduhan lainnya, otoritas transisi Sudan percaya bahwa alasan di balik daftar terorisme telah menguap. Tetapi, banyak orang di AS berpendapat bahwa Sudan harus menebus tindakan pemerintah sebelumnya.
(esn)
Lihat Juga :