Bela Normalisasi Arab-Israel, Pompeo: Itu Menguntungkan Palestina Juga

loading...
Bela Normalisasi Arab-Israel, Pompeo: Itu Menguntungkan Palestina Juga
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo kembali membela normalisasi hubungan antara sejumlah negara Arab dan Israel. Foto/Twitter Mike Pompeo
A+ A-
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo kembali membela normalisasi hubungan antara sejumlah negara Arab dan Israel. Pompeo mengatakan, normalisasi ini akan turut membawa keuntungan bagi Palestina.

Berbicara dalam forum yang digelar GP Ansor di Jakarta, Pompeo mengatakan, Perjanjian Abraham sejalan dengan visi perdamaian Timur Tengah Donald Trump. (Baca juga: Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif)

Dia menyebut, perjanjian ini akan membantu meningkatkan kapasitas rakyat Palestina untuk memiliki negara sesuai visi untuk perdamaian dan untuk membuat hidup lebih baik bagi semua orang di seluruh Timur Tengah, termasuk Tepi Barat dan Gaza.

"Ada beberapa pemikiran yang aneh, bahwa entah bagaimana Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan sekarang Sudan mengakui Israel memiliki hak untuk hidup, tanah air Yahudi dan membuka ikatan ekonomi, hubungan diplomatik, yang entah bagaimana dapat menghilangkan kapasitas bagi Palestina untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kami pikir justru sebaliknya," ucapnya.



"Kami percaya ini sekarang mengatur kondisi bagi Palestina untuk memasuki percakapan, untuk memberikan hasil yang baik bagi rakyat Palestina," sambungnya pada Kamis (19/10/2020).

Dia mengatakan, jika menilik kembali visi perdamaian Timur Tengah Trump, disitu terdapat jalan untuk mencapai solusi dua negara dan ditawarkan manfaat, dan bantuan ekonomi nyata bagi orang-orang yang tinggal di Tepi Barat. (Baca juga: Bertemu Pompeo, Menlu RI Singgung Masalah Palestina)

Pompeo menilai ini adalah dasar intelegensi yang penting untuk memulai kembali pembicaraan dan Perjanjian Abraham mengatur kondisi di mana negara Arab sekarang mengakui Israel memiliki hak untuk hidup dan berharap Palestina mengakui dengan cara yang sama.



"Sudah lama ada gagasan bahwa Palestina memiliki hak veto yang akan mencegah percakapan apapun tentang stabilitas negara dan perdamaian di Timur Tengah, kami tidak setuju premis itu," ujarnya.

"Kami percaya kami dapat menekan ekstrimisme, menekan terorisme, Anda dapat membangun hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab, dan pada saat yang sama kita berurusan dengan tekun untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina. Kami berharap kepemimpinan Palestina akan menemukan cara untuk bergabung dengan kami dalam pembicaraan," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top