Bela Normalisasi Arab-Israel, Pompeo: Itu Menguntungkan Palestina Juga
Kamis, 29 Oktober 2020 - 19:50 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo kembali membela normalisasi hubungan antara sejumlah negara Arab dan Israel. Foto/Twitter Mike Pompeo
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo kembali membela normalisasi hubungan antara sejumlah negara Arab dan Israel. Pompeo mengatakan, normalisasi ini akan turut membawa keuntungan bagi Palestina.
Berbicara dalam forum yang digelar GP Ansor di Jakarta, Pompeo mengatakan, Perjanjian Abraham sejalan dengan visi perdamaian Timur Tengah Donald Trump. ( Baca juga: Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif )
Dia menyebut, perjanjian ini akan membantu meningkatkan kapasitas rakyat Palestina untuk memiliki negara sesuai visi untuk perdamaian dan untuk membuat hidup lebih baik bagi semua orang di seluruh Timur Tengah, termasuk Tepi Barat dan Gaza.
"Ada beberapa pemikiran yang aneh, bahwa entah bagaimana Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan sekarang Sudan mengakui Israel memiliki hak untuk hidup, tanah air Yahudi dan membuka ikatan ekonomi, hubungan diplomatik, yang entah bagaimana dapat menghilangkan kapasitas bagi Palestina untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kami pikir justru sebaliknya," ucapnya.
"Kami percaya ini sekarang mengatur kondisi bagi Palestina untuk memasuki percakapan, untuk memberikan hasil yang baik bagi rakyat Palestina," sambungnya pada Kamis (19/10/2020).
Berbicara dalam forum yang digelar GP Ansor di Jakarta, Pompeo mengatakan, Perjanjian Abraham sejalan dengan visi perdamaian Timur Tengah Donald Trump. ( Baca juga: Terima Menlu Pompeo, Jokowi Sebut Saling Kunjung Pejabat AS-Indonesia Paling Intensif )
Dia menyebut, perjanjian ini akan membantu meningkatkan kapasitas rakyat Palestina untuk memiliki negara sesuai visi untuk perdamaian dan untuk membuat hidup lebih baik bagi semua orang di seluruh Timur Tengah, termasuk Tepi Barat dan Gaza.
"Ada beberapa pemikiran yang aneh, bahwa entah bagaimana Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan sekarang Sudan mengakui Israel memiliki hak untuk hidup, tanah air Yahudi dan membuka ikatan ekonomi, hubungan diplomatik, yang entah bagaimana dapat menghilangkan kapasitas bagi Palestina untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, kami pikir justru sebaliknya," ucapnya.
"Kami percaya ini sekarang mengatur kondisi bagi Palestina untuk memasuki percakapan, untuk memberikan hasil yang baik bagi rakyat Palestina," sambungnya pada Kamis (19/10/2020).
Lihat Juga :