Rusia Desak Pihak Asing Tidak Promosikan Perang di Nagorno-Karabakh

loading...
Rusia Desak Pihak Asing Tidak Promosikan Perang di Nagorno-Karabakh
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa Rusia percaya bahwa hanya solusi diplomatik yang mungkin untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan bahwa Rusia percaya bahwa hanya solusi diplomatik yang mungkin untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh. Dia lalu menyerukan kepada semua pihak asing untuk tidak mempromosikan skenario militer untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Bukan rahasia bahwa kami tidak mendukung kemungkinan dan diterimanya solusi militer untuk masalah ini. Karena kami melihat baik orang Armenia maupun Azerbaijan sebagai teman dan saudara kami, kami tidak bisa berbagi aspirasi seperti itu," kata Lavrov.

"Kami menyerukan kepada semua pemain asing untuk melakukan segala kemungkinan untuk mencegah promosi lebih lanjut dari skenario militer, untuk meredam emosi pihak dan untuk mengaktifkan upaya menciptakan kondisi untuk meluncurkan kembali proses perdamaian," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (26/10/2020).

Sebelumnya diwartakan, gencatan senjata untuk kemanusiaan akan diberlakukan pada hari ini, dalam perang antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. (Baca juga: Hari Ini Gencatan Senjata Ketiga dalam Perang Armenia vs Azerbaijan)



Gencatan senjata ini merupakan yang ketiga kalinya sejak konflik hebat pecah 27 September lalu antara negara pecahan Soviet tersebut. Gencatan senjata ketiga ini ditengahi Amerika Serikat (AS).

Yerevan dan Baku pada hari Minggu telah membuat pernyataan bersama tentang kesepakatan gencatan senjatayang akan berlaku mulai hari Senin. Pernyataan itu disampaikan pasca Menteri Luar Negeri kedua negara bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun pada akhir pekan lalu.

"Menegaskan kembali komitmen untuk menerapkan dan mematuhi gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati di Moskow pada 10 Oktober," bunyi pernyataan bersama mereka. (Baca juga: Lembaga Riset Bekingan Rusia Dituding Sebar Malware Berbahaya)



"AS memfasilitasi negosiasi intensif di antara para Menteri Luar Negeri dan Ketua Bersama Grup Minsk untuk membawa Armenia dan Azerbaijan lebih dekat ke penyelesaian damai (atas) konflik Nagorno-Karabakh," lanjut pernyataan tersebut.

(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top