Netanyahu: Utusan Israel Akan Sambangi Sudan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Ditanya pada konferensi apakah dia malu dengan pertanyaan Trump, Netanyahu mengatakan: "Sangat sulit untuk mempermalukan saya," dan menekankan bahwa dia berterima kasih kepada Trump atas kebijakannya terhadap Israel. "Saya berharap kebijakan ini akan terus berlanjut. Saya tidak ingin membuat ramalan apapun tentang hasil pemilu."
Namun, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kesepakatan. Para pemimpin militer dan sipil dari pemerintah transisi Sudan telah terpecah belah mengenai seberapa cepat dan seberapa jauh harus melangkah dalam membangun hubungan dengan Israel.
Perdana Menteri Sudan menginginkan persetujuan dari parlemen yang belum dibentuk untuk melanjutkan normalisasi formal yang lebih luas, dan itu mungkin bukan proses yang cepat mengingat sensitivitas dan perbedaan sipil-militer. Tidak jelas kapan sidang parlemen akan dilakukan.
Meski begitu, kesepakatan normalisasi Israel-Sudan kembali menuai kecaman dari Palestina. Kelompok Islam Hamas mengecamnya sebagai "dosa politik".
"Perjanjian itu merugikan rakyat Palestina kami dan tujuan mereka yang adil, dan bahkan merugikan kepentingan nasional Sudan," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem.
"Ini hanya menguntungkan Netanyahu," tambahnya.
Namun, tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kesepakatan. Para pemimpin militer dan sipil dari pemerintah transisi Sudan telah terpecah belah mengenai seberapa cepat dan seberapa jauh harus melangkah dalam membangun hubungan dengan Israel.
Perdana Menteri Sudan menginginkan persetujuan dari parlemen yang belum dibentuk untuk melanjutkan normalisasi formal yang lebih luas, dan itu mungkin bukan proses yang cepat mengingat sensitivitas dan perbedaan sipil-militer. Tidak jelas kapan sidang parlemen akan dilakukan.
Meski begitu, kesepakatan normalisasi Israel-Sudan kembali menuai kecaman dari Palestina. Kelompok Islam Hamas mengecamnya sebagai "dosa politik".
"Perjanjian itu merugikan rakyat Palestina kami dan tujuan mereka yang adil, dan bahkan merugikan kepentingan nasional Sudan," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem.
"Ini hanya menguntungkan Netanyahu," tambahnya.
Lihat Juga :