Jumlah Tentara Armenia yang Tewas di Karabakh Bertambah Jadi 963 Orang

loading...
Jumlah Tentara Armenia yang Tewas di Karabakh Bertambah Jadi 963 Orang
Asap membumbung di posisi tentara etnik Armenia di garis depan konflik Nagorno-Karabakh, 20 Oktober 2020. Foto/REUTERS
A+ A-
YEREVAN - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Nagorno-Karabakh menyatakan jumlah tentara Armenia yang tewas dalam konflik terbaru di wilayah itu bertambah 36 orang menjadi 963 orang.

Runtuhnya dua gencatan senjata yang dimediasi Rusia telah gagal hingga menghapus harapan untuk berhentinya pertempuran di Nagorno-Karabakh yang dikontrol Armenia.

Pertempuran baru pecah antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh, sehari setelah perundingan di Washington untuk menghentikan konflik itu.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan melaporkan pertempuran di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang dihuni dan dikontrol etnik Armenia.



Pejabat lokal menuduh pasukan Azerbaijan menyerang gedung-gedung di Stepanakert, kota terbesar di wilayah itu. Tuduhan itu disangkal Baku.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo bertemu secara terpisah dengan menlu Azerbaijan dan Armenia pada Jumat dalam upaya baru untuk mengakhiri hampir sebulan pertumpahan darah. Presiden Rusia Vladimir Putin menduga konflik itu telah menewaskan 5.000 orang. (Baca Juga: Pertempuran Baru Pecah di Nagorno-Karabakh Setelah Perundingan)

Runtuhnya dua gencatan senjata yang ditengahi Rusia telah meredupkan prospek berakhirnya pertempuran yang terjadi sejak pada 27 September di Nagorno-Karabakh. (Lihat Infografis: Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Jika Normalisasi dengan Israel)



Pasukan Azerbaijan mengatakan mereka telah menambah kontrol wilayah, termasuk menguasai perbatasan dengan Iran. Klaim ini dibantah Armenia. Pemerintahan etnis Armenia Nagorno-Karabakh mengatakan pasukannya telah menangkis serangan Azerbaijan. (Lihat Video: Prabowo: Lahan Berkurang, Apa Rakyat Mau Dikasih Makan Beton?)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top