Perkuat Aliansi Lawan China, Pompeo Keliling Asia Termasuk Indonesia
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Upaya serupa sedang dilakukan untuk melawan pengaruh China di Maladewa, satu set pulau tropis lain yang terletak di jalur pelayaran utama.
"Diskusi yang diharapkan dari kunjungan tersebut, termasuk pertempuran global melawan pandemi COVID-19 serta kolaborasi yang sedang berlangsung dan di masa depan," ungkap pemerintah di Male, ibu kota Maladewa.
Kunjungan Pompeo ke Indonesia dilakukan di tengah meningkatnya persaingan AS-China di Asia Tenggara, terutama di Laut China Selatan yang diklaim sebagian besar sebagai wilayah China. Klaim tersebut ditentang oleh banyak negara daerah, termasuk Indonesia.
Awal pekan ini, Departemen Luar Negeri AS menyetujui potensi penjualan tiga sistem senjata ke Taiwan, termasuk sensor, rudal, dan artileri yang dapat bernilai total USD1,8 miliar.
Taiwan, yang menurut China adalah provinsi pemberontak, juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan.
Washington melakukan pendekatan tingkat tinggi ke Indonesia pada akhir Juli dan awal Agustus untuk memberikan hak pendaratan dan pengisian bahan bakar pada pesawat pengintai P-8 yang memantau aktivitas militer China di perairan yang kaya sumber daya itu.
Tawaran itu, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, ditolak oleh Jokowi, menurut empat pejabat senior. Indonesia telah lama mengikuti kebijakan luar negeri yang netral dan tidak pernah membiarkan wilayahnya digunakan sebagai tempat persiapan operasi militer asing.
"Ada masalah komersial, masalah keamanan, dan masalah diplomatik di mana Amerika Serikat telah meningkatkan hubungan antar negara," kata Pompeo pekan ini. “Tapi masih banyak yang bisa kita lakukan.”
"Diskusi yang diharapkan dari kunjungan tersebut, termasuk pertempuran global melawan pandemi COVID-19 serta kolaborasi yang sedang berlangsung dan di masa depan," ungkap pemerintah di Male, ibu kota Maladewa.
Kunjungan Pompeo ke Indonesia dilakukan di tengah meningkatnya persaingan AS-China di Asia Tenggara, terutama di Laut China Selatan yang diklaim sebagian besar sebagai wilayah China. Klaim tersebut ditentang oleh banyak negara daerah, termasuk Indonesia.
Awal pekan ini, Departemen Luar Negeri AS menyetujui potensi penjualan tiga sistem senjata ke Taiwan, termasuk sensor, rudal, dan artileri yang dapat bernilai total USD1,8 miliar.
Taiwan, yang menurut China adalah provinsi pemberontak, juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan.
Washington melakukan pendekatan tingkat tinggi ke Indonesia pada akhir Juli dan awal Agustus untuk memberikan hak pendaratan dan pengisian bahan bakar pada pesawat pengintai P-8 yang memantau aktivitas militer China di perairan yang kaya sumber daya itu.
Tawaran itu, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, ditolak oleh Jokowi, menurut empat pejabat senior. Indonesia telah lama mengikuti kebijakan luar negeri yang netral dan tidak pernah membiarkan wilayahnya digunakan sebagai tempat persiapan operasi militer asing.
"Ada masalah komersial, masalah keamanan, dan masalah diplomatik di mana Amerika Serikat telah meningkatkan hubungan antar negara," kata Pompeo pekan ini. “Tapi masih banyak yang bisa kita lakukan.”
(sya)
Lihat Juga :