Pro Kontra Publik Respons Dukungan Paus pada Serikat Seks Sesama Jenis

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 20:15 WIB
loading...
Pro Kontra Publik Respons Dukungan Paus pada Serikat Seks Sesama Jenis
Paus Fransiskus. Foto/REUTERS
A A A
ROMA - Dukungan Paus Fransiskus pada serikat sipil gay mendapat beragam tanggapan dari publik. Komentar Paus itu muncul dalam dokumenter berjudul “Francesco” yang tayang perdana di Festival Film Roma pada Rabu (23/10).

“Orang homoseksual memiliki hak berada dalam keluarga. Mereka anak Tuhan,” kata Paus Franciskus di film itu.

Dia menambahkan, “Anda tak dapat menendang keluar seseorang dari keluarga, atau membuat hidup mereka kacau karena ini. Apa yang kita perlukan adalah Undang-undang serikat sipil, itu cara mereka dilindungi secara hukum.”

Di Amerika Serikat (AS), LGBTQ Katholik dan aliansinya menyambut dukungan Paus Fransiskus tapi beberapa anggota gereja ternama menganggap pernyataan Paus bertentangan dengan ajaran-ajaran gereja.

Uskup Thomas Tobin dari Providence, Rhode Island, adalah salah satu pemimpin Katolik konservatif pertama yang mengungkapkan kritik kepada publik. (Baca Juga: Paus Fransiskus Dukung Aturan yang Legalkan Pernikahan Sejenis)

"Pernyataan Paus jelas-jelas bertentangan dengan apa yang telah lama menjadi ajaran Gereja tentang serikat seks sesama jenis," kata Tobin dalam pernyataannya, dilansir oleh Loopnewsbarbados.com. “Gereja tidak dapat mendukung penerimaan hubungan yang secara obyektif tidak bermoral itu.” (Lihat Infografis: CN-235 PTDI Siap Bersaing dalam Tender Pesawat Patroli Malaysia)

Di Karibia, dukungan Paus untuk serikat seks sesama jenis juga mendapat respons yang beragam. (Lihat Video: Tak Hanya Nama Jalan, UEA Segera Bangun Masjid Presiden Jokowi)

Banyak orang menggunakan media sosial membagikan pemikiran mereka. Beberapa orang mendukung, sementara yang lain mengecam Paus dengan hukuman abadi dan api neraka.

"Hai, Tuan Paus John Fransis, apimu menunggu. Juga untuk semua yang setuju denganmu. Kambing tak bertuhan!" seorang wanita memposting pendapatnya di Facebook.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1525 seconds (10.55#12.26)