Mahathir Ragukan Klaim Anwar Ibrahim Soal Dukungan di Parlemen
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah hal yang paling disukai Anwar. Sudah tiga kali dia mengklaim mendapat dukungan bahwa dia akan menjadi perdana menteri yang benar, hanya untuk menemukan bahwa dia tidak memiliki dukungan," kata Mahathir.
Sebelumnya, Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah meminta para politisi untuk tidak menyeret negara melalui ketidakpastian politik. Dia mendesak mereka untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses konstitusional.
Dalam sebuah pernyataan, Istana Nasional menyarankan anggota parlemen untuk menunjukkan kedewasaan dalam politik dan memahami keprihatinan publik. ( Baca juga: Raja Malaysia Tunda Pertemuan dengan Aliansi Anwar Ibrahim )
"Mengenai perkembangan terkini situasi politik negara, Yang Mulia berpesan kepada masyarakat, terutama para politisi, untuk bersama-sama memastikan bahwa negara tidak pernah lagi terseret ke dalam ketidakpastian politik, sementara kita semua masih dihadapkan pada berbagai masalah dan masa depan yang sulit karena ancaman epidemi Covid-19," kata istana.
Istana Nasional, dalam pernyataannya juga mengatakan bahwa Raja Malaysia mendesak para pihak yang bersitegang menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal.
Sebelumnya, Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah meminta para politisi untuk tidak menyeret negara melalui ketidakpastian politik. Dia mendesak mereka untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses konstitusional.
Dalam sebuah pernyataan, Istana Nasional menyarankan anggota parlemen untuk menunjukkan kedewasaan dalam politik dan memahami keprihatinan publik. ( Baca juga: Raja Malaysia Tunda Pertemuan dengan Aliansi Anwar Ibrahim )
"Mengenai perkembangan terkini situasi politik negara, Yang Mulia berpesan kepada masyarakat, terutama para politisi, untuk bersama-sama memastikan bahwa negara tidak pernah lagi terseret ke dalam ketidakpastian politik, sementara kita semua masih dihadapkan pada berbagai masalah dan masa depan yang sulit karena ancaman epidemi Covid-19," kata istana.
Istana Nasional, dalam pernyataannya juga mengatakan bahwa Raja Malaysia mendesak para pihak yang bersitegang menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal.
(esn)
Lihat Juga :