Saudi: Kami Selalu Membayangkan Bisa Normalisasi Hubungan dengan Israel
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 10:16 WIB
loading...
Faisal kembali menegaskan normalisasi dengan Israel hanya akan dilakukan setelah pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Arab Saudi mengatakan mereka selalu memiliki bayangan untuk bisa melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan.
Berbicara dalam webinar dengan Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, Faisal kembali menegaskan normalisasi dengan Israel hanya akan dilakukan setelah pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
"Kami selalu membayangkan bahwa normalisasi (dengan Israel) akan terjadi, tetapi kami juga perlu memiliki negara Palestina dan rencana perdamaian Palestina-Israel," ucap Faisal dalam webinar tersebut. ( Baca juga: Pompeo Desak Arab Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel )
“Pada akhirnya, satu-satunya hal yang dapat memberikan perdamaian abadi dan stabilitas abadi adalah kesepakatan antara Palestina dan Israel,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (16/10/2020).
Ditanya apakah kesepakatan perdamaian baru-baru ini yang ditandatangani antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel membantu proses tersebut. Faisal mengatakan itu membantu meletakkan dasar untuk membawa Palestina dan Israel kembali ke meja perundingan.
Berbicara dalam webinar dengan Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, Faisal kembali menegaskan normalisasi dengan Israel hanya akan dilakukan setelah pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.
"Kami selalu membayangkan bahwa normalisasi (dengan Israel) akan terjadi, tetapi kami juga perlu memiliki negara Palestina dan rencana perdamaian Palestina-Israel," ucap Faisal dalam webinar tersebut. ( Baca juga: Pompeo Desak Arab Saudi Normalisasi Hubungan dengan Israel )
“Pada akhirnya, satu-satunya hal yang dapat memberikan perdamaian abadi dan stabilitas abadi adalah kesepakatan antara Palestina dan Israel,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (16/10/2020).
Ditanya apakah kesepakatan perdamaian baru-baru ini yang ditandatangani antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel membantu proses tersebut. Faisal mengatakan itu membantu meletakkan dasar untuk membawa Palestina dan Israel kembali ke meja perundingan.
Lihat Juga :