Pilpres Amerika Serikat, Trump Terus Tutupi Kesenjangan dengan Biden
Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:35 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump melemparkan masker ke kerumunan pendukungnya kampanye di Bandara John Murtha Johnstown-CambriaCounty di Johnstown, Pennsylvania, Amerika Serikat, kemarin. Foto/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Calon presiden (capres) Donald Trump dari Partai Republik terus berusaha memperpendek kesenjangan perolehan suara pada jajak pendapat dengan Joe Biden dari Partai Demokrat. Trump dan Biden fokus pada negara bagian yang kritis menjelang babak akhir pada kampanye pemilu presiden Amerika Serikat (AS).
Biden masih tetap unggul dibandingkan Trump di enam negara bagian penting pada pemilu AS, yakni Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, North Carolina, Florida dan Arizona. Khusus di North Carolina, Biden dan Trump saling mengejar. Untuk bisa mengejar ketinggalan, Trump harus fokus pada negara bagian tersebut. (Baca: 7 Amalan Berwudhu dan Keutamaannya)
Trump fokus berkampanye di Iowa, North Carolina, Georgia, dan Florida pada pekan ini. Kampanye itu juga bertujuan memobilisasi basis konservatif dibandingkan untuk mendekati pemilih yang belum memberikan suara yang tinggal di kawasan pinggiran.
Sementara Biden harus tetap memegang kemenangan di enam negara bagian tersebut untuk bisa merebut Gedung Putih. Di Michigan, Biden meraih 51%, dan Trump hanya 43%. Di Michigan, Biden dianggap memiliki kemampuan untuk mengatasi pandemi virus korona sebesar 51%, tetapi Trump hanya 41%. Namun, 47% responden menganggap Trump menganggap lebih baik dalam mengelola ekonomi dibandingkan Biden yang hanya 46%.
Responden di North Carolina, 48% responden memilih Biden, sedangkan Trump hanya 47%. Uniknya, Trump dianggap oleh 52% responden mampu mengelola ekonomi lebih baik dibandingkan Biden yang hanya 42%. Di Wisconsin, Biden meraih 51% dan Trump mendapatkan 44%.
Dalam kampanye di Pennsylvania, Trump menyalahkan Biden dalam kebijakan lingkungan dan energi. Apa yang dilakukan Biden bisa merusak ekonomi AS. “Salah satu hal penting bagi Pennsylvania adalah keberlangsungan industri,” kata Trump. (Baca juga: Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Pendidik Diapresiasi)
Trump fokus di Johnstown selama dua malam setelah dia dinyatakan sembuh dari paparan virus korona. Itu dikarenakan Trump dinyatakan kalah di negara bagian tersebut. Dia juga berencana menggelar kampanye untuk lebih dekat dengan publik untuk bisa mengurangi kesenjangan dengan Biden.
Biden masih tetap unggul dibandingkan Trump di enam negara bagian penting pada pemilu AS, yakni Wisconsin, Pennsylvania, Michigan, North Carolina, Florida dan Arizona. Khusus di North Carolina, Biden dan Trump saling mengejar. Untuk bisa mengejar ketinggalan, Trump harus fokus pada negara bagian tersebut. (Baca: 7 Amalan Berwudhu dan Keutamaannya)
Trump fokus berkampanye di Iowa, North Carolina, Georgia, dan Florida pada pekan ini. Kampanye itu juga bertujuan memobilisasi basis konservatif dibandingkan untuk mendekati pemilih yang belum memberikan suara yang tinggal di kawasan pinggiran.
Sementara Biden harus tetap memegang kemenangan di enam negara bagian tersebut untuk bisa merebut Gedung Putih. Di Michigan, Biden meraih 51%, dan Trump hanya 43%. Di Michigan, Biden dianggap memiliki kemampuan untuk mengatasi pandemi virus korona sebesar 51%, tetapi Trump hanya 41%. Namun, 47% responden menganggap Trump menganggap lebih baik dalam mengelola ekonomi dibandingkan Biden yang hanya 46%.
Responden di North Carolina, 48% responden memilih Biden, sedangkan Trump hanya 47%. Uniknya, Trump dianggap oleh 52% responden mampu mengelola ekonomi lebih baik dibandingkan Biden yang hanya 42%. Di Wisconsin, Biden meraih 51% dan Trump mendapatkan 44%.
Dalam kampanye di Pennsylvania, Trump menyalahkan Biden dalam kebijakan lingkungan dan energi. Apa yang dilakukan Biden bisa merusak ekonomi AS. “Salah satu hal penting bagi Pennsylvania adalah keberlangsungan industri,” kata Trump. (Baca juga: Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Pendidik Diapresiasi)
Trump fokus di Johnstown selama dua malam setelah dia dinyatakan sembuh dari paparan virus korona. Itu dikarenakan Trump dinyatakan kalah di negara bagian tersebut. Dia juga berencana menggelar kampanye untuk lebih dekat dengan publik untuk bisa mengurangi kesenjangan dengan Biden.
Lihat Juga :