Israel Tegaskan Tentang Penjualan F-35 AS ke Qatar

Senin, 12 Oktober 2020 - 00:40 WIB
loading...
Israel Tegaskan Tentang...
Israel menegaskan bahwa mereka menentang keras rencana penjualan jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat (AS) ke Qatar. Foto/Ist
A A A
TEL AVIV - Israel menentang keras rencana penjualan jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat (AS) ke Qatar. Hal itu disampaikan oleh Menteri Intelijen Israel, Eli Cohen.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan Radio Tentara Israel, Cohen ditanya mengenai laporan bahwa Qatar telah mengajukan permintaan resmi ke Washington untuk membeli jet tempur F-35. Cohen mengatakan, Israel akan menentang, mengutip kebutuhan untuk mempertahankan superioritas militer Israel di wilayah tersebut.

“Jawabannya adalah ya (menentang hal tersebut). Superioritas keamanan dan militer kami di kawasan adalah hal yang paling penting bagi kami. Wilayah kami masih belum berubah menjadi Swiss," ucap Cohen, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (12/10/2020). ( Baca juga: Qatar Layangkan Permintaan Resmi Boyong Jet Tempur F-35 )

Sebelumnya diwartakan, sejumlah pejabat AS mengatakan Qatar telah mengajukan permintaan resmi untuk membeli jet tempur siluman F-35. Kesepakatan tersebut diyakini dapat membebani hubungan AS dengan Arab Saudi dan Israel.

Para pejabat tersebut mengatakan permintaan jet besutan Lockheed Martin Co telah diajukan oleh negara Teluk Persia itu dalam beberapa pekan terakhir. ( Baca juga: Digugat Perdata oleh QNB, Erwin Aksa: Itu Hal Biasa dalam Bisnis )

"Sebagai masalah kebijakan, AS tidak mengkonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai mereka secara resmi diberitahukan kepada Kongres," ucap seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
AS Serang Iran Lagi,...
AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target
Rekomendasi
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia Naik Penyidikan, Rieke Diah Pitaloka Ikut Mengawal
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved